Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

OJK Rilis Aturan Penerapan Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22/POJK.04/2021 tentang Penerapan Klasifikasi Saham
- Apahabar.com     Rabu, 8 Desember 2021 - 23:05 WITA

OJK Rilis Aturan Penerapan Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten

Ilsutrasi - Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta. Foto-Antara/Aditya Pradana Putra

apahabar.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22/POJK.04/2021 tentang Penerapan Klasifikasi Saham Dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten.

Hal itu dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham.

“Penerbitan POJK ini merupakan upaya mendorong pendalaman pasar keuangan, khususnya sektor pasar modal, dengan cara mengakomodasi perusahaan yang menciptakan inovasi baru dengan tingkat produktivitas dan pertumbuhan yang tinggi atau new economy untuk melakukan penawaran umum efek bersifat ekuitas berupa saham dan mencatatkan efeknya atau listing di Bursa Efek Indonesia,” kata Deputi Komisoner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/12) dilansir Antara.

POJK tersebut mengatur mengenai penerapan saham dengan hak suara multipel, yaitu satu saham memberikan lebih dari satu hak suara kepada pemegang saham yang memenuhi persyaratan tertentu.

Tujuan pengaturan penerapan klasifikasi saham dengan hak suara multipel (multiple voting shares) dalam POJK tersebut adalah untuk melindungi visi dan misi perusahaan sesuai dengan tujuan para pendiri (founders) dalam mengembangkan kegiatan usaha yang dijalankan perusahaan.

Penerapan saham dengan hak suara multipel dilakukan dengan tetap memperhatikan pengaturan tentang perlindungan bagi pemegang saham publik.

Pengaturan tersebut antara lain jangka waktu penerapan Saham Dengan Hak Suara Multipel paling lama 10 tahun dan dapat diperpanjang satu kali dengan jangka waktu paling lama 10 tahun dengan persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Setiap pemegang saham dengan hak suara multipel dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh saham dengan hak suara multipel yang dimilikinya selama dua tahun setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

Saham dengan hak suara multipel memiliki hak suara yang setara dengan saham biasa pada mata acara tertentu dalam RUPS.

Kemudian, dalam setiap penyelenggaraan RUPS, jumlah saham biasa yang hadir dalam RUPS paling rendah mewakili 1/20 (satu per dua puluh) dari jumlah seluruh hak suara dari saham biasa yang dimiliki pemegang saham selain pemegang saham dengan hak suara multipel.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Pertamax Turun Lagi, di Kalsel Rp 9.200/Liter
apahabar.com

Ekbis

OJK Regional IX Kalimantan Turun Tangan Awasi Perusahaan Asuransi
apahabar.com

Ekbis

Di Depan Ratusan Pimpinan Ponpes Kalsel, Deputi Gubernur BI Bicara Ekonomi dan Keuangan Syariah
apahabar.com

Ekbis

Tak Cuma Jeruk, Batola Juga Punya Ladang Melon di Sidomakmur

Ekbis

Jokowi Sampaikan Prioritas Industri Turunan Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Belum Berencana Lepas Elpiji 3 Kg Non-Subsidi ke Kalimantan Selatan
apahabar.com

Ekbis

Manfaatkan Kolam, Perumahan Wellbeing Kembangkan Budidaya Ikan Keramba
bJB

Ekbis

Lebarkan Sayap, bjb Sekuritas Rambah Investasi Pasar Modal Jabar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com