Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Omicron Mereda, Indeks Dolar AS Tergelincir

Indeks dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).
- Apahabar.com     Kamis, 9 Desember 2021 - 07:32 WITA

Omicron Mereda, Indeks Dolar AS Tergelincir

Dolar AS melemah. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Indeks dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Dolar melemah karena meredanya kekhawatiran tentang pukulan terhadap ekonomi dari varian virus corona Omicron.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, tergelincir 0,4% menjadi 95,854. Indeks tetap mendekati level tertinggi 16-bulan yang dicapai akhir bulan lalu.

“Kekhawatiran tentang Omicron tampaknya sedikit memudar, terutama karena meningkatnya – meskipun belum dikonfirmasi – data yang muncul yang menunjukkan infeksi yang disebabkan oleh varian baru itu lebih ringan dari yang diperkirakan sebelumnya,” kata Analis senior di perusahaan pembayaran Caxton Michael Brown dalam sebuah catatan, kutip Okezone.

Selera investor terhadap aset-aset berisiko meningkat minggu ini di tengah laporan bahwa orang yang terinfeksi varian Omicron di Afrika Selatan hanya menunjukkan gejala ringan.

Bukti awal menunjukkan bahwa varian baru kemungkinan memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi tetapi tidak terlalu parah, kata pakar penyakit menular AS Anthony Fauci, Selasa (7/12/2021).

Mata uang terkait komoditas, termasuk dolar Australia, adalah penerima manfaat utama dari sentimen risiko yang membaik. Dolar Aussie menguat 0,8% pada 0,7177 dolar AS, level tertinggi dalam seminggu.

Langkah baru-baru ini oleh China – mitra dagang utama Australia – untuk merangsang ekonominya yang melambat juga mendukung mata uang Australia, kata Brown dari Caxton.

Dolar Kanada sebagian besar tidak berubah setelah bank sentral Kanada mempertahankan suku bunga utamanya semalam di 0,25%, seperti yang diperkirakan, dan mempertahankan panduannya bahwa kenaikan pertama dapat dilakukan segera setelah April 2022.

Krona Norwegia melonjak sekitar 1,8% terhadap dolar AS, dibantu oleh sentimen risiko yang lebih baik dan harga minyak yang lebih tinggi.

Pound Inggris melemah 0,05% pada hari itu, setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di Inggris pada Rabu (8/12/2021), memerintahkan orang-orang untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat-tempat umum dan menggunakan tiket masuk vaksin (sertifikat vaksin) untuk memperlambat penyebaran varian virus corona Omicron.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

BUMN Dituntut Cepat Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman
apahabar.com

Ekbis

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 1,023 Juta per Gram
apahabar.com

Ekbis

Pacu Ekspor, Kemenperin Genjot Industri Smeler Nikel
apahabar.com

Ekbis

MBtech Jadi Peluang Tangan Kreatif Pembuat Jok Go Internasional
apahabar.com

Ekbis

Harga Sayuran di Banjarbaru Naik, Pedagang dan Pembeli Mengeluh
QMI Kotabaru

Ekbis

Kabar Baru Tambang Bawah Tanah Kotabaru: Sosialisasi Terbatas tapi Sudah Eksplorasi
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Jumat Pagi Menguat, Dipicu Dolar AS Melandai di Pasar Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com