Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Operasi PETI Telabang 2021, Polda Kalteng Tangkap 18 Tersangka

Selama Operasi Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) Telabang 2021, Polda Kalteng berhasil menangkap 18 orang tersangka dari 9 tempat kejadian
- Apahabar.com     Senin, 13 Desember 2021 - 20:51 WITA

Operasi PETI Telabang 2021, Polda Kalteng Tangkap 18 Tersangka

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol K Eko Saputro. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Selama Operasi Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) Telabang 2021, Polda Kalteng berhasil menangkap 18 orang tersangka dari 9 tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Nanang Avianto melalui Kabid Humas, Kombes Pol K Eko Saputro kepada awak media, Senin (14/12) mengatakan, upaya pemberantasan PETI ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dampak kerusakan lingkungan di Bumi Tambun Bungai.

Penangkapan di 9 TKP tersebut, aparat penegak hukum setidaknya berhasil mengamankan barang bukti alat dan hasil dari penambangan emas tanpa izin berupa Zikron sebanyak 935 Kg, 11 mesin dompeng, 6 mesin penyedot, 9 mesin pompa air, dan alat lainya, serta uang tunai Rp160.000.

Adapun para tersangka yang kini telah diamankan dari 9 TKP tersebut yaitu RN (37), ID (33), HB (16), ES (28), AK (35), SS (20), RA (45), MA (30), HA (23), JK (57), IS (40), GS (24) BS (41), AS (45), MN (48), SG (17), dan MD (16) serta NA (17).

“Penangkapan terhadap para tersangka tersebut dilakukan dari tanggal 22 November sampai 12 Desember 2021 atau selama pelaksanaan Ops Peti,” kata Kabid Humas Polda Kalteng.

Keberhasilan Polda Kalteng dalam mengungkap kasus PETI tersebut, tidak terlepas dari kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat.

Kini, para pelaku ini akan dijerat dengan pasal 35 dan pasal 158 Undang-undang nomor 3 tahun 2020 perihal perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.

“Adapun ancaman hukuman yang diterapkan yaitu pidana paling lama 5 (lima) tahun kurungan dan denda minimal Rp 100 Miliar,” pungkas Kabid HUmas Polda Kalteng, Kombes Eko Saputro.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

Terpapar Covid-19, Ketua Komisi III DPRD Kapuas Imbau Warga Patuhi Prokes
apahabar.com

Kalteng

KPK Dalami Perijinan PT BAP di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Pelaku Buang Bayi di Palangka Raya Masih Misteri
apahabar.com

Kalteng

Puluhan Ternak Sapi di Kapuas Juga Mati Mendadak
apahabar.com

Kalteng

Bawaslu Barut Sosialisasikan Pengembangan Pengawasan Pemilu, Ajak OMS Terlibat
apahabar.com

Kalteng

Duh, Kasus Positif Covid-19 di Kapuas Bertambah 18 Orang
Data Corona Nasional dan Kalteng Berbeda, Begini Penjelasan Kadinkes

Kalteng

Data Corona Nasional dan Kalteng Berbeda, Begini Penjelasan Kadinkes
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Sugianto Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com