Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Pasar Kembali Fokus ke Tapering, Rupiah Akhir Pekan Melemah

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat (10/12) pagi bergerak melemah.
- Apahabar.com     Jumat, 10 Desember 2021 - 11:27 WITA

Pasar Kembali Fokus ke Tapering, Rupiah Akhir Pekan Melemah

Ilustrasi - Pegawai menunjukan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta. Foto-Bisnis

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat (10/12) pagi bergerak melemah.

Kurs rupiah melemah seiring pelaku pasar yang kembali fokus ke rencana percepatan tapering The Fed.

Rupiah pagi ini bergerak melemah 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.382 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.367 per dolar AS.

“Dengan beralihnya sentimen pasar kembali ke wacana percepatan tapering AS, nilai tukar rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS hari ini,” kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Jumat dilansir Antara.

Semalam, data klaim tunjangan pengangguran AS dirilis lebih bagus dari proyeksi yaitu turun 43.000 klaim dari minggu lalu menjadi 184.000 klaim, level terendah dalam lebih dari 52 tahun.

“Data mengalami penurunan yang artinya semakin sedikit orang yang menganggur di AS. Hasil ini mendukung wacana percepatan tapering bank sentral AS. Percepatan tapering bisa mendorong penguatan dolar AS,” ujar Ariston.

Malam ini, pasar akan memperhatikan rilis data inflasi konsumen AS untuk November yang juga menjadi bahan pertimbangan bank sentral AS untuk mengambil kebijakan moneter.

Data inflasi konsumen AS sudah berada di atas lima persen selama enam bulan terakhir, jauh di atas target inflasi The Fed di dua persen.

“Inflasi yang tinggi dan kondisi ketenagakerjaan yang membaik mendukung kebijakan pengetatan moneter. Bank sentral AS akan mengumumkan kebijakan moneter terbarunya pada hari Kamis dini hari minggu depan,” kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi bergerak melemah ke kisaran Rp14.400 per dolar AS dengan potensi support Rp14.320 per dolar AS.

Pada Kamis (9/12) lalu, rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.367 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.357 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Terbitkan Obligasi, Pertamina Peroleh Tambahan Modal USD 1,5 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pemilu, Orderan Danu Meningkat
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Pagi Ini: Menguat ke Rp 14.005/US$
Kemenko

Ekbis

Tim Identifikasi Koperasi Modern Kemenko dan UKM Mengunjungi Warko.id Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Sri Mulyani: Lembaga Internasional Sambut Positif UU Cipta Kerja
apahabar.com

Ekbis

Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing
Program Pemberdayan UMKM Presiden Jokowi

Ekbis

Soal Program Pemberdayaan UMKM Presiden Jokowi Mendapat Apresiasi PM Italia
Batu Bara

Ekbis

Tahan Lonjakan Harga, China Bakal Genjot Produksi Batu Bara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com