Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Pembangunan Jembatan HKSN Banjarmasin, 3 Warga Diberi Waktu 7×24 Jam Kosongkan Bangunan

Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin mengeluarkan Surat Peringatan (SP1) pada 3 warga di Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, pada Senin (20/12) lalu.
- Apahabar.com     Kamis, 23 Desember 2021 - 17:56 WITA

Pembangunan Jembatan HKSN Banjarmasin, 3 Warga Diberi Waktu 7×24 Jam Kosongkan Bangunan

Pengerjaan proyek Jembatan HKSN. Foto-dok.apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin mengeluarkan Surat Peringatan (SP1) pada 3 warga di Kelurahan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, pada Senin (20/12) lalu.

SP1 itu memberi waktu 7×24 jam bagi warga untuk mengosongkan/membongkar sendiri bangunan yang mereka tempati.

SP1 diberikan akibat ketiga warga menolak mengambil uang ganti lahan bangunan yang dititipkan Pemkot di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin melalui jalur konsinyasi. Hal itu seiringan dengan kelanjutan pembangunan Jembatan HKSN, Banjarmasin.

“Senin tadi baru kita keluarkan jadi kita menunggu 1 minggu ke depan, baru kita keluarkan kelanjutannya untuk SP2,” ujar Kasatpol PP dan Damkar Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.

Ia mengatakan bahwa teknis aturannya warga membongkar sendiri bangunan sesuai keluarnya SP1.

Jika tidak, pihaknya bakal melakukan pembongkaran secara paksa menindaklanjuti SP3 nantinya. Menurutnya ukuran bangunan milik 3 warga tersebut lumayan besar.

“Paling tidak sampai awal tahun batas waktunya, apabila mereka tidak membongkar, Pemkot Banjarmasin bakal melakukan upaya penertiban,” ucapnya.

Menurutnya upaya penertiban yang dilakukan Satpol PP seperti bangunan di kawasan Jembatan Sungai Alalak I, Jalan Hasan Basri.

Saat itu, pemilik lahan terpaksa melihat bangunannya dibongkar paksa oleh petugas Satpol PP Banjarmasin.

“Karena sudah dibayar dititipkan ke pengadilan, kami diminta kawan-kawan Dinas PUPR Banjarmasin untuk menindaklanjuti hasil dari konsinyasi,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin Periode Kedua, Pengamat: Pemkot Perlu Lakukan Evaluasi Mendalam
apahabar.com

Kalsel

Duh, Sudah 24 Warga Kotabaru Meninggal karena Covid-19
Ruslan Muhyi

Kalsel

Kabar Duka, Dokter Ruslan Muhyi Dikabarkan Meninggal Dunia
Bandara Syamsuddin Noor

Kalsel

Bandara Syamsuddin Noor Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Jelang Nataru
IDI Kalsel Tanggapi Wafatnya Satu PDP RSUD Ulin

Kalsel

IDI Kalsel Tanggapi Wafatnya Satu PDP RSUD Ulin
Simpang Belitung

Kalsel

Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Simpang Belitung Banjarmasin

Kalsel

Jelang Ramadan, Balai Karantina Pertanian Banjarmasin Periksa Kesehatan Hewan Ternak
apahabar.com

Kalsel

Presiden Tunda Omnibus Law, Buruh Banua: Perjuangan Belum Usai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com