Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

Pemuda Kalsel Ditangkap Densus 88, PWNU Angkat Bicara

Ketua PWNU Kalimantan Selatan, Nasrullah, angkat bicara soal penangkapan dua pemuda Banua oleh Densus 88.
- Apahabar.com     Senin, 27 Desember 2021 - 07:00 WITA

Pemuda Kalsel Ditangkap Densus 88, PWNU Angkat Bicara

Ketua PWNU Kalimantan Selatan, Nasrullah, menduga, pemuda yang memiliki paham takfiri salah dalam memahami konteks tafsir agama. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua PWNU Kalimantan Selatan, Nasrullah, angkat bicara soal penangkapan dua pemuda Banua oleh Densus 88.

Nasrullah menduga, kedua pemuda berinisial NR dan SU salah dalam memahami konteks tafsir agama.

“Salah memahami konteks kafir. Kafir di Indonesia bukanlah yang harus dimusuhi lantaran tidak ada aksi menghalang-halangi umat islam untuk beribadah,” katanya.

Kemudian, kata dia, orang yang berhukum dengan negara, yakni Pancasila, meskipun dia non-muslim, tetap tidak bisa dimusuhi.

“Indonesia mempunyai dasar negara Pancasila. Itu merupakan hal yang sudah disepakati oleh ulama pendahulu kita. Maka untuk membangun sebuah negara dengan berlandaskan ajaran muslim adalah sebuah pemikiran yang salah,” jelasnya.

“Dalam istilah Muhammadiyah dikenal dengan Darul Ahdi Wa Syahadah. Itu sudah jadi jalan tengah, sudah disepakati agar Indonesia bisa bersatu,” katanya.

“Para pejuang sudah berdarah-darah untuk memperjuangkan negara ini menjadi negara damai,” tambahnya.

Maka penting, kata dia, para ulama untuk  mencarikan format dakwah yang sejuk bagi para anak muda supaya tidak memiliki pemikiran progresif.

Lebih jauh, Nasrullah mengatakan, upaya agar paham takfiri tidak makin menyebar di tanah Lambung Mangkurat, pihaknya akan melakukan pendekatan preveentif. Misalnya dengan melakukan pembinaan, konseling berdasar islam yang wa sa’diah.

Nasrullah pun mendukung upaya yang dilakukan oleh Densus 88.

“Pencegahan sebelum adanya aksi adalah sebuah tindakan yang tepat,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tak Ada Formasi CPNS untuk Guru di Banjarmasin, Komisi IV Minta Klarifikasi
apahabar.com

Kalsel

Diduga Cemari Sekolah, Hotel Pyramid Terancam Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Banjarmasin: 2 Lagi Positif, Pengambangan dan Kuripan Tambah Penderita
apahabar.com

Kalsel

Sejarah Kampung Basirih; Asal Nama Hingga Suku Pertama yang Menghuni Wilayah Itu
Saka Permai

Banjarmasin

Pagi-Pagi Jago Merah Ngamuk di Saka Permai Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Keluhkan Kehadiran Bus Trans Banjarmasin, Komunitas Sopir Taksi Kuning ‘Curhat’ ke Nanda
apahabar.com

Kalsel

Tari Mandau Belalap Api Bekasai Duri Meriahkan Peresmian Balai Adat Dayak
apahabar.com

Kalsel

Polsek Anjir Terus Upayakan Pendisiplinan Protokol Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com