[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Perayaan Natal di Kaltim: Gereja Wajib Aktifkan Satgas, Kapasitas Hanya 75 Persen

Jelang perayaan natal, Pemerintah Kota Balikpapan mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penularan Covid-19.
- Apahabar.com     Senin, 13 Desember 2021 - 14:00 WITA

Perayaan Natal di Kaltim: Gereja Wajib Aktifkan Satgas, Kapasitas Hanya 75 Persen

Pengamanan Perayaan Natal tahun lalu di Balikpapan. Foto-istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Jelang perayaan natal, Pemerintah Kota Balikpapan mengeluarkan kebijakan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah meminta seluruh gereja mengaktifkan Satgas Covid-19 dan membatasi kapasitas jemaat hanya 75 persen.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Balikpapan nomor 300/634 Pem tentang pengaturan kegiatan ibadah dan perayaan hari raya Natal tahun 2021 dan tahun baru 2022. Edaran tersebut resmi dikeluarkan pada Senin (13/12) hari ini.

Aturan pertama yakni pelaksanaan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di gereja atau tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah. Kedua, gereja diminta membentuk Satgas Covid-19 berkoordinasi dengan satgas daerah.

“Jadi gereja wajib mengaktifkan Satgas Covid-19 yang ada. Nanti kita serahkan prokesnya kepada Satgas masing-masing,” kata Kasat Pol PP Balikpapan, Zulkifli usai rapat koordinasi di Aula Pemkot.

Zulkifli meminta kepada masyarakat agar tidak merayakan natal secara berlebihan. Ia meminta agar perayaan secara sederhana dan dilaksanakan di ruang terbuka. Jika dilaksanakan di gereja, dia meminta pelaksanaan digelar daring.

“Jumlah umat yang dapat mengikuti ibadah dan perayaan natal secara berjamaah atau kolektif tidak melebihi 75 persen dari kapasitas ruangan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pengelola gereja diminta menyiapkan alat pengecek suhu serta tempat mencuci tangan serta wajib melakukan scan barcode Peduli Lindungi, sehingga hanya warga yang telah di vaksin yang boleh masuk ke dalam gereja.

“Yang boleh masuk hanya kategori kuning dan hijau saja. Lalu di dalam gereja mengatur jarak, paling dekat itu satu meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman dan kursi,” tuturnya.

Untuk jemaat lansia, anak-anak dan ibu hamil serta menyusui disarankan melaksanakan ibadah di rumah.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

APBD Kaltim 2019 Disetujui Rp10,75 Triliun
Balikpapan

Kaltim

Terseret Ombak Saat Berenang, Pelajar di Balikpapan Hilang

Kaltim

Hilang Misterius, Bocah Tujuh Tahun di Samarinda Dicurigai Dibawa Makhluk Gaib

Kaltim

Duh, Puluhan Ribu Double L Mau Diedarkan di Balikpapan Saat Ramadan
India

Kaltim

Kapal Riwayat Perjalanan ke India Dilarang Masuk Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Jokowi Datang, Bupati Penajam Siap Sopiri Presiden
Teroris di Balikpapan

Kaltim

Terduga Teroris di Balikpapan Dikenal Baik, Ketua RT: Tidak Mencurigakan
Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Balikpapan

Kaltim

Kebijakan Kaltim Steril Bikin ‘Buntung’, Pedagang Geruduk DPRD Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com