Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Pertama dalam 20 Tahun, Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

- Apahabar.com     Rabu, 15 Desember 2021 - 18:34 WITA

Pertama dalam 20 Tahun, Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Kapal fregat Bayern milik AL Jerman terlihat selama latihan Operasi Baltik (BALTOPS). Foto-US Navy/Mike Banzhaf via Wikimedia Commons/as

apahabar.com, BERLIN – Sebuah kapal perang milik Jerman memasuki Laut China Selatan, untuk pertama kali dalam kurun waktu hampir 20 tahun, Rabu (15/12).

Hal itu di tengah kewaspadaan yang meningkat terhadap ambisi teritorial China. Dan langkah itu menjadi pertanda bahwa Berlin bergabung dengan negara-negara Barat lainnya untuk memperluas keberadaan militer di kawasan itu.

Melansir Antara, China mengeklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan sebagai miliknya meski pengadilan internasional memutuskan bahwa Beijing tak punya dasar hukum atas pengakuannya itu.

China juga telah membangun pos-pos militer di pulau-pulau buatan di perairan itu yang memiliki ladang minyak dan kaya akan ikan.

Kapal angkatan laut Jerman mulai berlayar ke Singapura melalui Laut China Selatan yang diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, kata juru bicara kementerian pertahanan di Berlin, Rabu.

Kapal fregat Bayern adalah kapal perang Jerman pertama sejak 2002 yang mengarungi perairan Laut China Selatan, kawasan tempat 40 persen perdagangan luar negeri Eropa melintas.

Angkatan Laut Amerika Serikat, dalam sebuah pamer kekuatan terhadap klaim teritorial China, melakukan operasi “kebebasan navigasi” dengan mengerahkan kapal-kapal untuk berlayar di dekat pulau-pulau sengketa.

China keberatan dengan misi AS itu dengan mengatakan kapal-kapal tersebut tidak mengusung perdamaian atau stabilitas di kawasan.

Pemerintah AS di Washington telah menempatkan pertentangan dengan China ke dalam kebijakan keamanan nasionalnya. AS menggalang dukungan dari para mitra untuk melawan kebijakan ekonomi dan luar negeri Beijing yang mereka sebut semakin memaksa.

Para pejabat di Berlin sebelumnya mengatakan AL Jerman akan berlayar di jalur perdagangan umum. Fregat tersebut juga tidak berencana melintasi Selat Taiwan, kawasan tempat AS biasa beraktivitas namun dikecam keras oleh Beijing.

Meski demikian, pemerintah Jerman sebelumnya menjelaskan bahwa misi tersebut dilakukan untuk menegaskan fakta bahwa Jerman tidak menerima klaim teritorial China.

Jerman bersikap hati-hati dalam menyeimbangkan kepentingan keamanan dan ekonominya karena China telah menjadi mitra perdagangan paling penting bagi Berlin.

Ekspor Jerman ke China telah membantu mengurangi dampak pandemi Covid-19 di negara ekonomi terbesar Eropa itu.

Negara-negara lain, seperti Inggris, Prancis, Jepang, Australia dan Selandia Baru, juga telah meningkatkan aktivitas mereka di Pasifik untuk melawan pengaruh China.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Joe Biden

Internasional

Joe Biden Dilantik, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat
apahabar.com

Internasional

Ajak Bermain Anjing, Presiden AS Terpilih Terkilir
Dolar

Ekbis

Dolar Turun di Tengah Kekhawatiran Omicron dan Tertekan Jatuhnya Yields Obligasi

Internasional

Jepang Diguncang Gempa M 7,2, Berpotensi Tsunami
Asia Tenggara

Internasional

Ke Asia Tenggara, Menlu Inggris Akan Kunjungi Indonesia
Yordania

Internasional

Yordania Buka Secara Penuh Perbatasan dengan Suriah di Penyebaran Jaber
apahabar.com

Internasional

Kerajaan Arab Saudi Persilakan Warga Asing Umrah, Simak Ketentuannya
apahabar.com

Internasional

Institut Riset Gamaleya Uji Vaksin Covid-19 Rusia untuk Lansia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com