Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel

Program Sungai Martapura Bungas: Konsep Restorasi yang Takkan Berhasil Tanpa Kesadaran Diri

Program Sungai Martapura Bungas terus gencar digaungkan.
- Apahabar.com     Kamis, 30 Desember 2021 - 14:46 WITA

Program Sungai Martapura Bungas: Konsep Restorasi yang Takkan Berhasil Tanpa Kesadaran Diri

Sungai Martapura di Banjarmasin. Foto-apahabar/Riki

apahabar.com, BANJARBARU – Program Sungai Martapura Bungas terus gencar digaungkan.

Sungai Martapura Bungas merupakan salah satu program yang masuk dalam skala prioritas rencana pembangunan jangka menengah daerah Kalsel 5 tahun mendatang.

Hadirnya program ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas sungai besar di Bumi Lambung Mangkurat.

Namun, program dengan konsep restorasi dan rediscovery (penemuan kembali) ini dirasa takkan berhasil tanpa kesadaran diri masyarakat.

“Meski pemerintah telah mengucurkan anggaran hingga miliaran rupiah, program ini tidak akan sukses bila tidak dibarengi perubahan perilaku masyarakat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Kamis (30/12).

Hanifah membeberkan saat ini pencemaran Sungai Martapura dalam kondisi cemar sedang.

Pencemaran yang diakibatkan oleh sampah domestik membuat populasi ikan di Sungai Martapura semakin berkurang.

“Kita tahu jika kadar ecoli pada air Sungai Martapura terbilang tinggi sehingga perlu kesadaran masyarakat agar turut menjaga sungai,” ujarnya.

Dia menyatakan Pemprov Kalsel ke depan akan lebih mendekatkan diri dengan masyarakat seperti melakukan pembinaan hingga edukasi terkait menjaga kebersihan sungai.

Tahun depan, lanjut dia, ditargetkan sudah ada intervensi dari DLH untuk meningkatkan kapasitas daya tampung Sungai Martapura Bungas. Seperti melakukan normalisasi dalam skala kecil.

“Karena skala besar itu kewenangan BWS (balai wilayah sungai),” ujarnya.

Di samping itu, Hanifa bilang penanaman kembali atau revolusi hijau akan dilakukan lebih masif ke depan yang akan melibatkan DLH hingga Dinas Kehutanan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pembelajaran Tatap Muka

Kalsel

Diskusi Pembelajaran Tatap Muka, Turun Tangan Banjarmasin Gandeng Komunitas Pemuda di Kalsel
banjir

Kalsel

Ratusan Kucing Bertahan Hidup Saat Banjir Kalsel, Cat Feeder Lakukan Perawatan Intensif
Disperdagin Banjarmasin

Kalsel

Lagi, Disperdagin Banjarmasin Gandeng PMI Gelar Donor Darah
apahabar.com

Kalsel

Belum Sepekan, Sudah Ribuan Warga di Banjar Terjangkit ISPA!
Covid-19

Kalsel

Bertambah 55 Orang, Covid-19 Tanbu Tembus 2.090 Kasus

Kalsel

Polres Batola Juga Beri Penghargaan untuk Senusa Teknologi
apahabar.com

Kalsel

Sidak di Puskesmas, Abdi Rahman Soroti Kekosongan Obat dan Antrean Pasien
apahabar.com

Kalsel

Peringatan Dini BMKG Kalsel: Waspada Karhutla di 3 Kabupaten!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com