Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Rawan Penyalahgunaan, Masyarakat Diminta Jaga Dokumen Kependudukan

Masyarakat diminta menjaga dokumen kependudukan, karena jika tidak dijaga akan berpotensi disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
- Apahabar.com     Jumat, 31 Desember 2021 - 14:06 WITA

Rawan Penyalahgunaan, Masyarakat Diminta Jaga Dokumen Kependudukan

Ilustrasi. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat diminta menjaga dokumen kependudukan, karena jika tidak dijaga akan berpotensi disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Imbauan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. Hal itu berkaitan dengan penemuan surat keterangan perekaman e-KTP milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang digunakan sebagai bungkus gorengan.

Zudan Arif Fakrulloh mengatakan dokumen kependudukan harus disimpan dengan baik. Dia menyarankan warga menghancurkan dokumen kependudukan yang sudah tidak terpakai.

“Jangan juga dokumen kependudukan yang sudah tidak terpakai ikut dijual kiloan bersama-sama dengan kertas koran, kertas-kertas yang tidak terpakai, agar tidak disalahgunakan,” kata Zudan dalam keterangan tertulis, dilansir CNN Indonesia.com, Jumat (31/12).

Zudan menyampaikan masyarakat bisa menghancurkan sendiri dokumen kependudukan yang tidak terpakai. Masyarakat juga bisa menyerahkan dokumen tersebut ke Dukcapil setempat untuk dimusnahkan.

Dia menekankan agar masyarakat melindungi data pribadi agar tidak disalahgunakan orang lain. Zudan pun mengingatkan agar masyarakat tidak mengunggah data pribadi, seperti nomor induk kependudukan ke media sosial.

Zudan juga mengimbau seluruh instansi untuk menjaga data kependudukan dengan baik. Dia menyarankan pelayanan publik segera beralih ke digital.

“Bagi kantor-kantor untuk tidak lagi minta fotokopi dokumen kependudukan dari masyarakat, tetapi menggunakan akses verifikasi data dari Dukcapil karena dokumennya sudah menjadi data digital,” ucap Zudan.

Sebelumnya, warganet membicarakan dokumen kependudukan milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dokumen berupa surat keterangan perekaman e-KTP itu digunakan sebagai bungkus gorengan.

Dokumen tersebut dilengkapi nomor induk kependudukan dan foto Susi. Surat itu ditandatangani oleh Camat Pangandaran Suryanto pada 2014.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Anak Disabilitas, Punya Asa dan Prestasi Tanpa Batas
apahabar.com

Nasional

Selama 2019, KPK Tangkap 76 Tersangka dalam OTT
Muhammadiyah

Nasional

Muhammadiyah Dorong Bank Syariah Indonesia Memihak Usaha Kecil
apahabar.com

Nasional

Ketum BPP Hipmi, Mardani H Maming Siap Bangun Karakter Anak Muda
apahabar.com

Nasional

Jamin Biaya Pasien Terdampak Aksi 22 Mei
WHO

Nasional

Mengenal 3 Obat Covid-19 yang Bakal Diuji Coba WHO
Gempa Rembang

Nasional

Rembang Diguncang Gempa Pagi Ini
apahabar.com

Nasional

Sudah 3 Kasus Corona Terdeteksi di Lingkungan Kabinet Jepang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com