Dievakuasi ke Banjarmasin, 7 Korban KM Ladang Pertiwi Selamat DITANGKAP! Terduga Pembunuh Undur di Bungur Tapin Fakta Baru Duel Maut di Arena Judi Datarlaga HST KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Penumpang Dievakuasi ke Banjarmasin Makin Gacor, Atlet Panjat Tebing Kiromal Katibin Pertajam Rekor Dunia

Resmi Tersangka, HM Kadis Hulu Sungai Selatan Diperiksa Hari Ini

Sang istri datang melapor dengan membawa secarik surat yang menyatakan ia mengalami stres lantaran merasa ditelantarkan hingga ditalak. 
- Apahabar.com     Selasa, 21 Desember 2021 - 11:50 WITA

Resmi Tersangka, HM Kadis Hulu Sungai Selatan Diperiksa Hari Ini

Istri HM datang melapor dengan membawa secarik surat laporan dokter yang menyatakan bahwa ia mengalami stres. apahabar.com/Fida

Medio Juli 2021 silam, HM dilaporkan oleh istrinya sendiri ke Mapolres Banjarbaru.

“Memang pelapor mengatakan suaminya ASN di Kabupaten HSS, memang keterangan beliau suaminya kepala dinas tertentu,” ujar Martinus kala itu.

Sejak itu sejumlah saksi terkait kasus diperiksa kepolisian.

“Sudah melakukan pemanggilan beberapa saksi ada paman dan adiknya. Pelapor melaporkan kejadian tersebut juga disertai dengan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa si pelapor ini dalam keadaan stres artinya psikisnya terganggu,” jelasnya.

Laporan keterangan dokter itupun katanya segera diselidiki, jika benar maka akan disandingkan dengan keterangan ahli psikologi.

“Ke depan kami juga akan melakukan pemeriksaan kepada dokter tersebut apakah benar mengeluarkan surat itu. Selanjutnya nanti keterangan dokter akan kita sandingkan dengan keterangan ahli psikologi. Dari sini nanti kita dapat menyimpulkan apakah benar pada korban telah terjadi KDRT berupa kekerasan psikis,” terang Martinus.

KDRT bersifat psikis kata Martinus termuat dalam UU KDRT pasal 45 dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara.

Sementara itu, Kuasa Hukum AN, Siti Hastati Pujisari membeberkan inti dari laporan kliennya.

“Beliau ASN kepala dinas di salah satu SKPD di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Laporan berkenaan dengan dugaan KDRT dan penelantaran sesuai UU KDRT No 23 tahun 2021. Sementara laporan kami sudah diterima dan terus berproses,” ujarnya.

Sang istri datang melapor dengan membawa secarik surat laporan dokter yang menyatakan bahwa ia mengalami stres lantaran merasa ditelantarkan hingga ditalak.

Jadi, terangnya, yang dilaporkan juga terkait dengan nafkah yang diberikan tidak layak, kemudian ditalak melalui pesan singkat whatsapp, serta ditinggalkan pada saat masih sakit karena keguguran.

“AN, selama berumah tangga mendapatkan tekanan di antaranya korban tidak boleh ikut berorganisasi sementara dia sebagai istri kepala dinas harusnya mengelola dan mengoordinir DPW di SKPD nya tetapi ternyata oleh suaminya tidak diberikan izin,” terang Hastati.

Hal itu katanya yang membuat AN kecewa sehingga mengalami depresi tingkat sedang yang dibuktikan dengan surat keterangan dari salah seorang dokter psikiater.

“Jadi yang diinginkan klien saya selaku istri sah dan tercatat dalam buku nikah. Seharusnya si terlapor memenuhi kewajibannya sebagai suami. Kedua, banyak hak hak AN yang tidak dipenuhi atau bahkan terlanggar oleh si terlapor. Kami menunggu itikad baik dari pihak sana tapi sampai detik ini tidak ada. Pihak terlapor menganggap dengan sudah ditalak melalui WA sudah disebut sebagai cerai talak,” jelas Hastati

Menurutnya, mengikuti aturan negara untuk prosedur perceraian dari pernikahan yang diakui negara, maka harus melalui tahapan pengadilan hingga akta cerai keluar.

“Padahal aturan negara, seorang PNS tidak semudah itu melakukan cerai talak, ada prosedurnya, mekanisme yang harus dilakukan terlebih dahulu. Kalau ingin melakukan perceraian harus melalui mekanisme yang benar melalui keputusan pengadilan dan ada akta cerai,” cetusnya.

Membenarkan apa kata kuasa hukumnya, AN mengaku sudah berusaha mengalah untuk memperbaiki hubungannya dengan sang suami namun tidak ada hasil.

“Dan akhirnya saya menyerahkan ke kuasa hukum saya untuk menyerahkan ke polisi mengenai KDRT yang saya alami selama awal perkawinan sampai sekarang, awalnya saya bahagia tapi sekarang tidak lagi,” ungkapnya.

AN merasa ditelantarkan selama perkawinan sebab selain dirinya dilarang mengikuti kegiatan suaminya sebagai kepala dinas, dan dilarang mengikuti dharma wanita, juga tak dijenguk usai keguguran.

“Saya sebagai istri sahnya merasa ditelantarkan, disia – siakan dan tidak dinafkahi lahir dan batin, bahkan ditalak lewat WA dan saya tidak terima. Selama saya menjalani pernikahan dengan beliau, saya tidak didaftarkan di slip gaji, setelah saya cek di taspen ternyata suami saya tidak mengganti statusnya dan tidak melaporkan diri menikah lagi dengan saya dan masih menerima uang dari pensiunan istrinya (terdahulu),” bebernya.

“Saya trauma mengalami kekerasan psikis. Dari awal pernikahan, saya mengalami tekanan tekanan dari beliau,” AN mengakhiri.

Diduga KDRT, Oknum Kadis di Kandangan HSS Dipolisikan Istri Sendiri!

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bandel, Puluhan Pengendara Terjaring Razia di Siring Banjarmasin
buaya liar

Kalsel

Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Kalsel

Kalsel Batasi Akses Masuk, Pelabuhan Trisakti Sepi Penumpang
PLN memastikan aliran listrik di Kalsel-teng kembali normal. Foto-Net

Kalsel

PLN Pastikan Listrik di Wilayah Kalsel-teng Kembali Normal
H2D

Kalsel

Sidang Perdana, H2D Beber 7 Dalil Mengapa MK Harus Diskualifikasi BirinMu
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Tengah Malam, Si Jago Merah Mengamuk di Basirih
apahabar.com

Kalsel

Rentan Longsor, Tambang Emas Kotabaru Pernah Tewaskan Puluhan Jiwa
apahabar.com

Kalsel

DLH Kabupaten Banjar Akan Laksanakan Gemas Darling
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com