Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Sasaran Ditingkatkan, Dana Dukungan Percepatan Vaksinasi di Banjarbaru Ditambah Rp1,1 M

Pemkot Banjarbaru melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah menggelontorkan dana senilai Rp4 Miliar dalam rangka mendukung vaksinasi Covid-19 2021.
- Apahabar.com     Jumat, 24 Desember 2021 - 17:35 WITA

Sasaran Ditingkatkan, Dana Dukungan Percepatan Vaksinasi di Banjarbaru Ditambah Rp1,1 M

Pemkot Banjarbaru siapkan vaksinasi keliling.Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pemkot Banjarbaru melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah menggelontorkan dana senilai Rp4 Miliar dalam rangka mendukung vaksinasi Covid-19 2021.

“Sebelumnya anggaran Rp4 miliar itu kita ambil dari kegiatan Refocusing. Sejauh ini anggaran tersebut sudah direalisasikan untuk kegiatan dukungan vaksinasi di Banjarbaru,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Jainuddin, Jumat (24/12).

Hasilnya, Kota Banjarbaru menjadi pertama di Kalsel yang berhasil menembus target 70 persen cakupan vaksinasi.

Meski cakupan vaksinasi sudah mencapai 70 persen, nyatanya Kota Banjarbaru masih harus kejar target lebih tinggi lagi sampai akhir Desember.

Itu, guna membantu Provinsi Kalsel mencapai target cakupan 70 persen pada akhir tahun ini.

Seperti diketahui, per 23 Desember 2021 cakupan vaksinasi Covid-19 Kalsel masih rendah yakni 62,02 persen untuk dosis 1 dan 38,21 persen untuk dosis 2.

Karenanya, BPKAD Kota Banjarbaru menggelontorkan lagi dana sebanyak Rp1,1 M guna mendukung percepatan vaksinasi tersebut.

“Jadi sebelumnya ada minta penambahan anggaran sebesar Rp1,1 miliar. Tambahan ini telah kita cairkan dan akan dialokasikan lagi untuk percepatan kegiatan vaksinasi sampai akhir tahun,” jelasnya.

Sebagai catatan, dari data Dinkes Banjarbaru, per kemarin cakupan vaksinasi di Banjarbaru sudah mencapai 75,65 persen untuk dosis pertama, sedangkan dosis kedua di angka 64,51 persen.

Adapun tambahan anggaran ini urai Jainuddin bersumber dari pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkot Banjarbaru tahun ini.

“Anggaran ini memang diperuntukkan untuk hal-hal darurat,” tegasnya.

Sebab anggaran semula dianggap kurang dan faktanya memang sudah habis digunakan untuk percepatan vaksinasi target 70 persen sebelumnya.

“Alokasi yang semula kita siapkan itu kurang, karena sekarang ada tambahan jumlah sasaran sehingga perlu ada tambahan (anggaran) juga. Terlebih juga sekarang kita fokus pada metode jemput bola, ini memerlukan anggaran juga,” ungkapnya.

Meski ditambah, namun Jainuddin mengatakan bahwa anggaran tersebut hanya berlaku untuk tahun 2021 saja.

Untuk persiapan tahun 2022 sendiri, BPKAD sebutnya memastikan sudah menyiapkan anggaran BTT lainnya.

“Untuk tahun 2022 sudah ada juga dana BTT yang disiapkan. Jika tahun ini ada sekitar Rp9 miliar, untuk tahun depan BTT kita ada di angka Rp14 miliar,” katanya.

Dilanjutnya, dana BTT tak mesti harus dialokasikan untuk kegiatan vaksinasi atau penanggulangan pandemi. Namun, BTT ini pastinya bersifat umum dengan konteks kedaruratan.

“Semisal ada bencana seperti banjir atau karhutla anggaran ini bisa digunakan,” tuntasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kadinskes Kalse

Banjarbaru

Duduk Persoalan Banjarbaru Teratas Nunggak Insentif Nakes di Kalsel
apahabar.com

Banjarbaru

Istri Pjs Wali Kota Banjarbaru Kembali Bersilaturrahmi ke TP PKK Kecamatan

Banjarbaru

Berantas Narkoba hingga ke Kabupaten Banjar, Polisi Banjarbaru Berhasil Amankan Belasan Gram Sabu
Liang Anggang

Banjarbaru

Truk vs Avanza di Liang Anggang 3 Korban Luka Parah, Simak Kronologinya
Barisan Pemadam Kebakaran

Banjarbaru

Minimalisir Kecelakaan BPK Saat Bertugas, Satlantas Polres Banjarbaru Beri Pengarahan
AstraZeneca

Banjarbaru

Didistribusikan ke 6 Provinsi di Indonesia, Kalsel Tak Dapat Jatah AstraZeneca
Wali Kota Banjarbaru

Banjarbaru

Bertahan di PPKM Level IV, Begini Penjelasan Wali Kota Banjarbaru
Ambulans

Banjarbaru

Viral Ambulans Al-Jihad Dihalangi-Dimaki Pikap, Polda Kalsel Turun Tangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com