Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Siap-siap! Tarif Cukai Naik, Sebungkus Rokok Rp40.100

Pemerintah memutuskan tarif cukai rokok tahun depan naik. Hal ini berimbas pada harga satu bungkus rokok yang dijual di pasaran.Hal ini
- Apahabar.com     Senin, 13 Desember 2021 - 19:44 WITA

Siap-siap! Tarif Cukai Naik, Sebungkus Rokok Rp40.100

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan kenaikan tarif cukai rokok. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah memutuskan tarif cukai rokok tahun depan naik. Hal ini berimbas pada harga satu bungkus rokok yang dijual di pasaran.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Senin (13/12/2021).

“Setelah rapat kabinet, tadi diputuskan kenaikan cukai rata-rata rokok adalah 12% tapi untuk SKT pak Presiden meminta kenaikan 4,5%,” ujarnya.

Kenaikan dimulai pada 1 Januari 2022. Ada pun rinciannya untuk kenaikan tarif cukai Sigaret Putih Mesin (SPM): I: 13,9 persen dengan dibrandrol Rp40.100 dari sebelumnya Rp35.800.

Sementara SPM golongan IIA: 12,4 persen yang dibandrol Rp22.700. Kemudian, SPM golongan IIB: 14,4 persen atau sebesar Rp22.700.

Sedangkan, sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I: 13,9 persen seharga Rp38.100, lalu SKM golongan IIA: 12,1 persen senilai Rp22.800 SKM golongan IIB: 14,3 persen yang dibandrol seharga Rp22.800.

Sementara itu, sigaret Kretek Tangan (SKT) golong 1A 3,5 persen, SKT IB 4,5 persen, SKT II 2,5 persen d. SKT III 4,5 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kenaikan cukai tembakau di Indonesia masih cukup rendah. Bahkan, harga rokok di Indonesia masih terbilang murah dibandingkan negara Singapur dan Malaysia yang tinggi.

“Harga rokok Indonesia masih murah dibandingkan Singapura dan Malaysia. Dimana harga rokok di Singapura sebesar Rp150 ribu sedangkaan Malaysia Rp60 ribu sedangkan Indonesia harga rokok masih Rp30 ribu,” kata Sri Mulyani.

Kenaikan tarif cukai rokok bertujuan untuk mengendalikan konsumsi rokok. Khususnya di kalangan anak dan remaja.
Kenaikan itu pun bukan hanya mempertimbangkan isu kesehatan, tetapi juga memperhatikan perlindungan buruh, petani, dan industri rokok.

Menurutnya, rokok menjadi komoditas kedua yang tertinggi sebagai komoditas pengeluaran di bawah beras.

“Di desa, rokok merupakan barang yang paling sering dibeli masyarakat, yakni sebesar 11,22 persen,” katanya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PPKM Diperpanjang

Nasional

PPKM Level 4 di Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 23 Agustus
apahabar.com

Nasional

MA Berencana Permanenkan Sidang Perkara Pidana Daring
apahabar.com

Nasional

Jokowi-KH Ma’ruf Amin Diharapkan Tetap Lanjutkan Pembangunan Infrastukur
Anak Kecil Turut Jadi Relawan Bantu Jemaah

Nasional

Anak Kecil Turut Jadi Relawan Bantu Jemaah

Nasional

Diperingati Setiap 10 November, Berikut Sejarah Hari Pahlawan
apahabar.com

Nasional

Artis-artis Berikut Berpotensi Duduk di Senayan, Salah Satunya Aktris Cantik Asal Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Perpanjang Batas Usia Pensiun PNS
THR

Nasional

PWI Larang Wartawan di Semua Tingkatan Meminta THR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com