Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Sorotan Beralih ke Pertemuan Fed, Harga Emas Turun Tipis di Sesi Asia

Harga emas sedikit berubah di perdagangan Asia pada Selasa (14/12) pagi, karena investor yang berhati-hati fokus terhadap pertemuan bank sentral utama minggu ini.
- Apahabar.com     Selasa, 14 Desember 2021 - 09:56 WITA

Sorotan Beralih ke Pertemuan Fed, Harga Emas Turun Tipis di Sesi Asia

Emas batangan. Foto: Antara

apahabar.com, BENGALURU – Harga emas sedikit berubah di perdagangan Asia pada Selasa (14/12) pagi, karena investor yang berhati-hati fokus terhadap pertemuan bank sentral utama minggu ini.

Pertemuan dengan Federal Reserve AS tersebut kemungkinan akan mempercepat rencananya untuk menarik mundur langkah-langkah dukungan ekonomi era pandemi.

Melansir Antara, emas berjangka AS melemah 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.786,00 dolar AS per ounce pada pukul 00.30 GMT, sementara emas spot juga menyusut 0,1 persen menjadi diperdagangkan pada 1.785,65 dolar AS per ounce.

Sementara itu, dolar bertahan terhadap sekeranjang mata uang utama saingannya.

Bank sentral AS akan memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Selasa waktu setempat, dengan investor memperkirakan Fed akan mengumumkan penghentian pembelian obligasi lebih cepat dari yang diharapkan, ketika mereka mencari petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga tahun depan.

Selain Fed, Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Jepang juga dijadwalkan untuk menggelar pertemuan minggu ini.

Pertemuan​ ​​​​​​ECB pada Kamis (16/12), kemungkinan akan mengkonfirmasi bahwa skema stimulus darurat pandemi 1,85 triliun euro (2,09 triliun dolar AS) akan berakhir Maret mendatang.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak dikenakan bunga.

Ekspektasi inflasi jangka pendek konsumen AS didorong lebih tinggi pada November dan ekspektasi untuk pertumbuhan pendapatan di masa depan turun, menurut survei yang dirilis pada Senin (13/12) oleh Federal Reserve New York.

Wall Street berakhir lebih rendah semalam, karena kekhawatiran atas varian virus corona Omicron membebani sentimen investor terhadap aset-aset berisiko.

Logam mulia lainnya di pasar spot, perak turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 22,29 dolar AS per ounce. Platinum hampir datar di perdagangkan di 929,45 dolar AS dan paladium naik 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 1.686,97 dolar AS per ounce.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Royal Akasia Residen Tawarkan Hunian Berkelas, Hanya 300 Meter dari Trikora!
apahabar.com

Ekbis

Lebur Tiga Bank, Jokowi Ingin Bank Syariah Raksasa
Inflasi AS

Ekbis

Inflasi AS Tak Sesuai Ekspektasi, Rupiah Hari Ini Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Korban Perang Dagang AS-China, Harga Minyak di Asia Turun

Internasional

Hampir 300 Ribu Orang di AS Meninggal di Masa Pandemi

Ekbis

Duh,Harga Emas Sentuh Level Terendah dalam 9 Bulan
Balikpapan

Ekbis

Resmi, Telkomsel Luncurkan 5G di Balikpapan hingga Medan!
Rupiah

Ekbis

Pasar Masih Cermati Paket Stimulus AS, Rupiah Ditutup Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com