Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Sri Mulyani Ungkap Alasan Cukai Rokok Mesin Lebih Tinggi dari Produksi Tangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan alasan kenaikan cukai rokok buatan mesin lebih tinggi dibandingkan produksi tangan.
- Apahabar.com     Kamis, 16 Desember 2021 - 12:58 WITA

Sri Mulyani Ungkap Alasan Cukai Rokok Mesin Lebih Tinggi dari Produksi Tangan

Menteri Sri Mulyani membeberkan alasan kenaikan cukai rokok buatan mesin lebih tinggi dibandingkan produksi tangan. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan alasan kenaikan cukai rokok buatan mesin lebih tinggi dibandingkan produksi tangan.

Setidaknya ada dua faktor yang dipertimbangkan pemerintah yaitu ketenagakerjaan dan petani tembakau.

Dalam hal ini, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) produksinya menggunakan tenaga kerja lebih sedikit dibandingkan Sigaret Kretek Tangan (SKT).

“Konten tembakau lokalnya sangat kecil, sehingga pilihan kebijakannya tidak terlalu menekan karena aspek tenaga kerja dan petani tembakau tidak terlalu besar,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (14/12).

Alasan lainnya, SPM dinilai lebih banyak menggunakan tembakau impor dibandingkan dua jenis rokok lainnya. Selain itu, SPM tidak memiliki kandungan cengkeh yang berasal dari petani lokal.

“SPM Ekspor (menggunakan) 74 persen adalah tembakau impor, hanya 26 persen menggunakan tembakau lokal,” katanya.

Sementara itu, SKT lebih banyak menggunakan tembakau lokal sebesar 80 hingga 98 persen yang berasal dari petani setempat.

“Jadi memang nyata aspek petani dan pekerja lebih besar utamanya untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT),” jelasnya.

Sebelumnya, Kemenkeu menetapkan kenaikan rata-rata Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebesar 12 persen pada 2022. Namun, kenaikan cukai rokok berbeda-beda tergantung jenis rokok yang dibuatnya.

Rokok dengan jenis SKM dan SPM mengalami kenaikan cukai tertinggi masing-masing sebesar 14,3 persen dan 14,4 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan cukai.

Sementara itu, rokok dengan jenis SKT justru hanya mengalami kenaikan cukai dengan kisaran 2,5 persen hingga 4,5 persen.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Muhammad Kece

Nasional

Terungkap! Alasan Jenderal Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Bela Akidah?
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Putuskan Penajam Paser Utara Kawasan Ibukota
Senpi

Nasional

Viral Pengemudi Fortuner Todongkan Senpi, Koboi atau Teroris Jalanan?
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Selidiki Mobil Pemasok Makanan Hingga Molotov ke Perusuh Demo Omnibus Law
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Bakal Lantik Ketua BPP Hipmi Hari Ini

Nasional

Jakarta Raih STA 2021, Juara Kota Terbaik Dunia Kalahkan San Franciso, Frankfurt hingga Moskow, Ini Kata Anies Baswedan
apahabar.com

Nasional

Kemenkes: Pandemi Covid-19 Berdampak Pada Program Imunisasi
Puncak Omicron

Nasional

Pakar Bicara Penyebab Puncak Omicron Diprediksi Terjadi Februari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com