Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Tepat di Hari Anti Korupsi Sedunia, Kades Dadahup Kapuas Ditahan

Tepat di Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabari) Palingkau, Kabupaten Kapuas, Kalteng, menahan Kepala
- Apahabar.com     Kamis, 9 Desember 2021 - 22:31 WITA

Tepat di Hari Anti Korupsi Sedunia, Kades Dadahup Kapuas Ditahan

Cabang Kejaksaan Negeri Palingkau Kabupaten Kapuas melakukan penahanan terhadap Kepala Desa Dadahup berinisial GS, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pungutan desa dalam pembuatan surat pernyataan tanah (SPT). Foto-Istimewa

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Tepat di Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabari) Palingkau, Kabupaten Kapuas, Kalteng, menahan Kepala Desa Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung, GS, Kamis (9/12).

GS sendiri meruapakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pungutan desa dalam pembuatan surat pernyataan tanah (SPT).

Penahanan terhadap GS setelah penyidik Cabjari Palingkau melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 5 jam terhadap yang bersangkutan dan dicecar 43 pertanyaan.

“Kami hari ini melakukan penahanan terhadap tersangka dan kita titipkan di rumah tahanan negara (Rutan) Kuala Kapuas selama 20 hari ke depan, terhitung sejak hari ini,” kata Kepala Cabjari Palingkau, Amir Giri.

Mantan Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pulang Pisau itu menerangkan, penahanan terhadap GS lantaran diduga keras melakukan tindak pidana korupsi dalam hal pungutan liar.

“Sebagaimana diatur dan diancam pidana pada pasal 12 huruf e atau pasal 11 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” beber Amir.

Menurut Amir, ancaman pidana pada pasal tersebut dapat dilakukan penahanan sesuai dengan ketentuan lasal 21 ayat (4) huruf a KUHAP.

Penahanan juga dilakukan khawatir GS melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya.

“Perbuatan tersangka juga telah memenuhi syarat obyektif dan syarat formil dalam ketentuan pasal 21 ayat (1) KUHAP,” ujar Amir.

Ditanya apakah akan tersangka lain dalam perkara ini, Amir mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mendalami terus kasus tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan apabila terdapat alat bukti yang cukup, maka bisa bertambah tersangkanya. Pada intinya saat ini penyidik masih tetap bekerja, ditunggu saja hasilnya,” pungkasnya.

 

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

27 Ribu Vaksin

Kalteng

Siap-Siap, Kalteng Sudah Terima 27 Ribu Vaksin Covid-19 Tahap Kedua
apahabar.com

Kalteng

Teras Narang: Kalteng Sudah Siap Jadi Ibu Kota Pemerintahan Sejak 1957
Dana Desa

Kalteng

Alokasi TKDD Kalteng 2022 Capai Rp 15,9 Triliun, Dana Desa Rp 1,2 T

Kalteng

Elieser Gerson, Mantan Wagub Kalteng Meninggal Dunia
banjir kalsel

Kalsel

Bubuhan Banjar di Kalteng Bantu Kula di Banua Terdampak Banjir
apahabar.com

Kalteng

Persiapan Kunker Presiden, Mentan Datang Duluan ke Kalteng
Zona Merah

Kalteng

Kabar Baik, Kalteng Tidak Ada Lagi Zona Merah Covid-19
Covid-19

Kalteng

Kasus Covid-19 Kalteng Melonjak, Hari Ini 133 Warga Terpapar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com