Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Terseret Penguatan Dolar Jelang Laporan Inflasi AS, Harga Emas Tergelicir

Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (9/10) atau Jumat pagi WIB berbalik dari kenaikan dua sesi sebelumnya.
- Apahabar.com     Jumat, 10 Desember 2021 - 06:56 WITA

Terseret Penguatan Dolar Jelang Laporan Inflasi AS, Harga Emas Tergelicir

Karyawan menunjukkan emas batangan di Butik Emas Antam, Jakarta. Foto-Antara/Galih Pradipta via Detikcom

apahabar.com, CHICAGO – Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (9/10) atau Jumat pagi WIB berbalik dari kenaikan dua sesi sebelumnya.

Harga emas turun, karena dolar menguat dan data menunjukkan penurunan besar dalam klaim pengangguran AS menjelang laporan inflasi yang dapat mempengaruhi strategi moneter Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, jatuh 8,8 dolar AS atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada 1.776,70 dolar AS per ounce. Di pasar spot, emas turun 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 1.776,56 dolar AS per ounce pada pukul 18.50 GMT.

Sehari sebelumnya, Rabu (8/12), emas berjangka terdongkrak 0,8 dolar AS atau 0,04 persen menjadi 1,785,50 dolar AS, setelah naik 5,2 dolar AS atau 0,29 persen menjadi 1.784,70 dolar AS pada Selasa (7/12), dan melemah 4,4 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.779,50 dolar AS pada Senin (6/12/2021).

Emas berada di bawah tekanan ketika Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (9/12) bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran mingguan AS turun 43.000 menjadi 184.000, level terendah 52 tahun.

“Angka klaim pengangguran yang lebih kuat dari perkiraan bersama dengan dolar yang lebih kuat menyeret emas lebih rendah, tetapi ada juga pedagang yang menunggu data IHK (Indeks Harga Konsumen),” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures seperti dilansir Antara.

Dolar yang menguat, juga membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri.

Pasar juga menunggu data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat dan data Indeks Harga Produsen yang akan dirilis pada Selasa (14/12).

“Jika angka inflasi akan tinggi, maka emas akan segera bangkit kembali dan bergerak menuju 1.800 dolar AS,” tambah Haberkorn.

Laporan Indeks Harga Konsumen AS pada Jumat waktu setempat akan diikuti oleh pertemuan kebijakan The Fed pada 14-15 Desember.

Emas telah diperdagangkan dalam kisaran 1.760-1.790 dolar AS yang relatif ketat sejak turun di bawah level kunci 1.800 dolar AS pada akhir November, karena investor berusaha untuk mengukur kemungkinan langkah Fed mengurangi stimulus dan menaikkan suku bunga.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Emas dapat melihat tawaran beli baru jika pasar menjadi takut sekali lagi tentang perkembangan terkait pandemi atau peningkatan ketegangan geopolitik antara ekonomi-ekonomi utama,” kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity.

Terlepas dari ketidakpastian yang berkepanjangan atas varian virus corona Omicron, fokus juga pada ketegangan atas Rusia dan sikapnya terhadap Ukraina, boikot diplomatik Olimpiade Beijing oleh beberapa negara Barat dan sanksi AS terhadap Iran.

​​​​​​​Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 41,9 sen atau 1,87 persen, menjadi ditutup pada 22,013 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 18,2 dolar AS atau 1,9 persen menjadi ditutup pada 937,7 dolar AS per ounce.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Lanjutkan Tren Positif, Rupiah Dibuka Menguat 51 Poin
Bjb

Ekbis

Mulai Hari Ini, Bank BJB Resmi Terapkan E-Procurement

Ekbis

Rupiah Berjaya ke Rp14.402 di Tengah Mata Uang Asing Lesu
Ilustrasi pabrik mobil listrik di Jerman. Foto-net

Ekbis

Strategi Menteri Bahlil Gaet Investasi Baterai Mobil Listrik
apahabar.com

Ekbis

Tangkal Kenaikan Bawang, Disperindag Kalsel Akui Ada Kepanikan
apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Biji Plastik, Pertamina Resmikan OTS Kilang Polypropylene
apahabar.com

Ekbis

Presiden Jokowi dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi
apahabar.com

Internasional

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Sudah Bisa Dipesan Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com