Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Tertekan Kekhawatiran Prospek Permintaan, Harga Minyak Merosot

Harga minyak merosot pada penutupan perdagangan Kamis (9/12) atau Jumat pagi WIB, di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi.
- Apahabar.com     Jumat, 10 Desember 2021 - 07:40 WITA

Tertekan Kekhawatiran Prospek Permintaan, Harga Minyak Merosot

Ilustrasi minyak dan gas (migas). Foto-Thinkstock/iStock via Kompas.com

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak merosot pada penutupan perdagangan Kamis (9/12) atau Jumat pagi WIB, di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi.

Kekhawatiran itu di importir minyak terbesar dunia menyusul penurunan peringkat terhadap dua pengembang properti China, dan setelah beberapa pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memerangi varian Omicron dari Covid-19.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari jatuh 1,40 dolar AS atau 1,9 persen, menjadi menetap di 74,42 dolar AS per barel, mundur dari tertinggi sesi di 76,70 dolar AS per barel.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari berkurang 1,42 dolar AS atau 2,0 persen, menjadi berakhir di 70,94 dolar AS per barel setelah mencapai tertinggi sesi di 73,34 dolar AS per barel.

Pada Kamis (9/12), lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat pengembang properti China Evergrande Group dan Kaisa Group ke status “restricted default”, dengan mengatakan mereka telah gagal membayar obligasi luar negeri, sementara sebuah sumber mengatakan bahwa Kaisa telah mulai bekerja untuk merestrukturisasi utang luar negeri senilai 12 miliar dolar AS.

Berita itu “memperburuk kekhawatiran pertumbuhan PDB China dan pada akhirnya dapat mempengaruhi minat pembelian minyak dari pelanggan minyak mentah terbesar dunia,” kata analis Rystad Energy Louise Dickson.

Pada Rabu (8/12), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat di Inggris, dengan mengatakan orang harus bekerja dari rumah jika memungkinkan, memakai masker di tempat umum dan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk masuk ke acara dan tempat tertentu.

“Meskipun tes laboratorium menunjukkan bahwa vaksin Pfizer memiliki efek menetralkan Omicron … langkah-langkah baru sedang diperkenalkan untuk mencoba menghentikan penyebaran virus,” kata Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

Denmark juga merencanakan pembatasan baru, termasuk penutupan restoran, bar, dan sekolah, sementara China telah menghentikan perjalanan wisata kelompok dari Guangdong.

Korea Selatan telah mencatat rekor infeksi, sementara kasus tetap meningkat di Singapura dan Australia.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah dalam lebih dari 52 tahun di tengah kekurangan pekerja yang akut, menurut data baru yang diterbitkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS.

“Pasar minyak juga tidak selalu merespons berita ekonomi yang baik, karena hal itu dapat mendorong Federal Reserve untuk mengetatkan kebijakan moneter,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Pasar didukung oleh komentar dari BioNTech dan Pfizer bahwa tiga suntikan vaksin Covid-19 mereka dapat melindungi terhadap infeksi dari varian Omicron.

Wabah Omicron memicu penurunan 16 persen pada harga Brent dari 25 November hingga 1 Desember 2021. Lebih dari setengah penurunan telah ditutup minggu ini, tetapi analis mengatakan pemulihan lebih lanjut dapat dibatasi sampai dampak Omicron lebih jelas.

Data persediaan AS yang dirilis pada Rabu (8/12) juga membebani harga.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah turun 240.000 barel pekan lalu, jauh lebih sedikit dari perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters, dengan stok di pusat pengiriman Cushing di Oklahoma naik 2,4 juta barel. Stok bahan bakar juga naik dengan gabungan 6,6 juta barel, data menunjukkan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Kendaraan Listrik Tunggu Perpres
apahabar.com

Internasional

Sempat Turun, Kasus Covid-19 di Arab Saudi Kembali Naik
apahabar.com

Ekbis

Stok Pangan Pokok Aman Hingga Maret
apahabar.com

Ekbis

Pembukaan Perdagangan Awal Pekan, IHSG di Zona Hijau
Ilustrasi pabrik mobil listrik di Jerman. Foto-net

Ekbis

Strategi Menteri Bahlil Gaet Investasi Baterai Mobil Listrik
apahabar.com

Internasional

Riset: 9 dari 10 Pasien Sembuh Covid-19 Alami Efek Samping

Internasional

3 Hari Dirawat, Presiden AS Donald Trump Keluar dari RS Militer : Jangan Takut dengan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Garih Haruan di Marabahan Sedang Stabil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com