Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Was-was Omicron Masuk Kalsel: Vaksinasi Rendah, Mobilitas Tinggi

Anggota Tim Pakar Covid-19 dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, memberi atensi dini untuk Kalimantan Selatan pasca temuan pertama virus corona varian Omicron.
- Apahabar.com     Jumat, 17 Desember 2021 - 08:47 WITA

Was-was Omicron Masuk Kalsel: Vaksinasi Rendah, Mobilitas Tinggi

Capaian vaksinasi di Kalsel masih jauh dari target. Pakar ingatkan potensi masuknya varian omicron. Foto-apahabar/Riki.

apahabar.com, BANJARBARU – Anggota Tim Pakar Covid-19 dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, memberi atensi dini untuk Kalimantan Selatan pasca temuan pertama virus corona varian Omicron.

Corona B.1.1.529 ini diyakini tetap jadi ancaman bagi Kalsel. Kendati yang dikonfirmasi Kemenkes pada Kamis (16/12) kemarin bukan warga Banua.

Hasil Whole Genome Sequencing (WGS) varian Omicron diambil dari petugas kebersihan Wisma Atlet pada 8 Desember.

“Artinya ada kemungkinan varian ini sudah menyebar di minggu pertama atau minggu kedua di Indonesia,” katanya kepada apahabar.com, Jumat (17/12).

Omicron dikatagorikan WHO sebagai Variant of Concern. Salah satu alasannya karena faktor kecepatan transmisi yang lebih tinggi dari varian Delta.

Meski dari laporan awal resiko infeksi varian ini hanya bergejala ringan, Muttaqin meminta masyarakat agar jangan meremehkan omicron.

“Tapi jangan juga panik yang berlebihan,” ujarnya.

Menurutnya, masih terlalu sedikit data untuk menyimpulkan omicron sudah pasti ringan.

Kemudian, belum diketahui bagaimana dampaknya jika varian Omicron menginfeksi kalangan lanjut usia dan yang memiliki komorbid.

“Termasuk yang belum divaksin sama sekali. Yang jelas sudah ada laporan di Inggris pasien meninggal karena varian ini,” kata Muttaqin, mewanti-wanti.

Langkah dasar untuk menghindari resiko terpapar adalah menerapkan protokol kesehatan ketat. Memakai masker dan menjaga jarak.

“Begitu pula menghindari kegiatan perjalanan antar daerah dan kegiatan yang sifatnya berkumpul termasuk makan bersama di luar menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya transmisi lokal,” tuturnya.

Muttaqin mengingatkan, jika sudah terjadi transmisi lokal, maka akan sangat banyak penduduk yang terpapar Covid-19.

Saat ini mobilitas penduduk sangat tinggi karena ada pelonggaran dan sudah mendekati liburan akhir tahun.

Dirinya menilai pemerintah terlalu cepat mengambil keputusan untuk membatalkan PPKM level III di Indonesia pada akhir tahun.

“Padahal sudah diketahui kemunculan dan bahaya varian omicron,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pelaksanaan vaksinasi juga sangat penting. Kekebalan tubuh setidaknya dapat mencegah gejala berat atas dampak varian omicron.

Per 16 Desember, Kemenkes menyebut vaksinasi total di Kalsel sebesar 57% dari target atau 44% dari jumlah penduduk untuk dosis 1.

Sedangkan vaksinasi lengkap sebanyak 36% dari target atau 28% dari sekitar 4 juta penduduk Kalsel.

Sementara capaian vaksinasi khusus penduduk lansia untuk dosis 1 sebesar 37% dari target atau 29% dari jumlah lansia. Sedangkan dosis 2 baru 19% dari target atau 15% dari populasi.

Masih besarnya jumlah lansia yang belum divaksin, khususnya vaksinasi lengkap atau dua dosis menempatkan Kalsel pada posisi rentan jika terjadi penularan masif melalui transmisi lokal di masyarakat.

Kondisi ini, tutur Muttaqin, jadi salah satu tantangan Kalsel untuk melindungi para lansia dari Covid-19 dan varian omicron.

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim juga meminta warganya agar tidak panik dengan keberadaan omicron.

Strategi klasik yang mesti dilakukan warga hanya menerapkan prokes secara ketat dan meningkatkan kekebalan tubuh dengan vaksinasi.

“Kami juga terus memperkuat 3T (testing, tracing, treatment),” ucapnya dihubungi apahabar.com, Jumat (17/12).

Dirinya menyatakan pelaksanaan vaksinasi di Kalsel terus digenjot. Target capaian 70 persen pada akhir tahun masih dikejar.

Di samping itu, Muslim memastikan adanya pengetatan mobilitas masyarakat saat libur Nataru. Baik dari dalam maupun di pintu-pintu masuk daerah.

“Pengetatan tetap kita berlakukan, tapi tanpa penyekatan,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Manajemen Mercure Hotel Banjarmasin Menunggu Kepastian
apahabar.com

Kalsel

Gugah Kesadaran Warga Jaga Lingkungan, Hawang Dipilih Menjadi Kampung Bebas Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Petugas Kebersihan ‘Perang’ Melawan Sampah Durian
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Wali Kota Banjarmasin Jamu Sejumlah Pimpinan Daerah Tetangga
apahabar.com

Kalsel

ISNU Kalsel Gelar Madrasah Kader NU, Berperan Dalam Pembangunan Daerah
apahabar.com

Kalsel

Soal Corona, Rooswandi Salem Utamakan Keselamatan Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Proyek Pelaihari City Mall Dihentikan, Investor Tuding Pemkab Tala Arogan
Sabu

Kalsel

Simpan Sabu dalam Kotak iPhone, Pria di Amuntai Ditangkap Satresnarkoba HSU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com