Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

WHO Bongkar Fakta Baru Varian Omicron

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membongkar fakta baru varian Omicron B.1.1.529 yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan.
- Apahabar.com     Sabtu, 18 Desember 2021 - 23:49 WITA

WHO Bongkar Fakta Baru Varian Omicron

WHO membongkar fakta baru varian Omicron B.1.1.529 yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membongkar fakta baru varian Omicron B.1.1.529 yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan.

“Omicron menyebar dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi, tetapi tidak jelas apakah ini karena kemampuan virus untuk menghindari kekebalan, peningkatan penularan yang melekat atau kombinasi keduanya,” kata WHO dalam sebuah pembaruan, dikutip dari CNBCIndonesia.

Badan tersebut menetapkan omicron sebagai variant of concern pada 26 November, segera setelah pertama kali terdeteksi, dan masih banyak yang belum diketahui tentang hal itu, termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

“Data keparahan klinis Omicron masih terbatas, lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan dan bagaimana tingkat keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi dan kekebalan yang sudah ada sebelumnya,” kata WHO.

Selain itu, WHO menambahkan jika data yang terbatas dan tidak ada bukti untuk preview tentang kemanjuran atau efektivitas vaksin hingga saat ini untuk Omicron. WHO memperingatkan bahwa dengan kasus yang meningkat begitu cepat, rumah sakit bisa kewalahan di beberapa tempat.

Buktinya, rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat, dan mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan banyak sistem perawatan kesehatan menjadi cepat kewalahan.

Untuk diketahui, Inggris melaporkan ledakan infeksi Covid-19 tiga hari berturut-turut. Jumat (17/12/2021), kasus kembali memecahkan rekor baru, menjadi 93.045. Adapun Omicron disalahkan sebagai pemicu kenaikan 80% kasus baru di London.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bank bjb

Tak Berkategori

Bank bjb-LJK Tandatangani Piagam Korporasi Konglomerasi Keuangan
apahabar.com

Tak Berkategori

Hitung Cepat Pilwali Banjarbaru Versi Paslon: Ovie-Wartono Unggul Sementara
apahabar.com

Tak Berkategori

Liverpool Permalukan Chelsea di Stamford Bridge Berkat Sadio Mane
Vaksin Covid-19

Tak Berkategori

Akhir Pekan Ini, Indonesia Kembali Terima Lebih 4,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19
apahabar.com

Tak Berkategori

Pilpres AS 2020, Jelang Lengser Trump Pecat Menhan AS! Tempatkan Loyalis Isi Jabatan Pentagon
Dinkes Tabalong

Tak Berkategori

Rutan Tanjung dan Dinkes Tabalong Jalin Kerja Sama Bidang Kesehatan
apahabar.com

Tak Berkategori

Baca Burdah Bareng, Bupati Banjar: Jangan Panik Berlebihan

Tak Berkategori

Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com