Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Yang Keliru dari Proyek Jalan ‘Bubur’ Nasional Liang Anggang-Bati Bati

Mestinya ketiga pihak ini sudah bisa 'meramal' kondisi ke depan. Termasuk musim penghujan sekalipun.
- Apahabar.com     Minggu, 19 Desember 2021 - 19:39 WITA

Yang Keliru dari Proyek Jalan ‘Bubur’ Nasional Liang Anggang-Bati Bati

Dalam sisa waktu sebelas hari ini, sulit rasanya proyek jalan nasional Liang Anggang-Bati Bati rampung tepat waktu. apahabar.com/Riki

apahabar.com, BANJARBARU – Kontraktor proyek jalan nasional Liang Anggang-Bati Bati tengah berpacu dengan waktu. Masa kontraknya berakhir 31 Desember mendatang.

Namun pantauan di lapangan, progres perbaikan masih jauh dari 80 persen. Alih-alih membaik, kerusakan jalan nasional ini justru semakin parah dipenuhi lumpur. Terlebih jika hujan mengguyur.

Kondisi ini lantas menjadi sorotan Dewan Pakar Ikatan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Intakindo) Kalsel, Hasan Husaini. Menurutnya banyak yang salah dari pengerjaan proyek senilai Rp74 miliar ini.

“Dari awal sudah salah metode pengerjaannya, karena tidak ada jalur yang ditutup,” katanya kepada apahabar.com, Minggu (19/12).

Namun, menurut Husaini, tidak adil rasanya jika sengkarut proyek ini hanya disalahkan kepada pihak kontraktor.

Dalam sebuah proyek, ada juga owner yang dalam hal ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Kalsel serta pihak konsultan sebagai pengawas dan pemberi masukan.

Sejak awal, kata dia, mestinya ketiga pihak ini sudah bisa membaca kondisi ke depan. Sekalipun bekerja di musim penghujan.

“Ketiga pihak ini dari awal itu sudah harus menyampaikan dulu rencana mutu kontrak. Bagaimana proyek ini berjalan sesuai kontrak meski berpacu dengan kondisi cuaca,” paparnya.

“Jadi, kalo cuaca dijadikan alasan sebenarnya tidak masuk akal. Sebab progresnya masih sangat jauh,” tambah Husaini.

Dalam sisa waktu sebelas hari ini, Husaini merasa sudah sangat sulit proyek perbaikan tersebut bisa rampung tepat waktu.

Sekalipun ada pengerjaan di masa denda, dengan nominal Rp40 juta sehari namun dirinya menilai bisa saja terjadi kemungkinan terburuk pada kondisi seperti ini.

“Ending terakhirnya, kalau tidak mampu menyelesaikan pekerjaan bisa dilakukan pemutusan kontrak,” tuntasnya.

Nilai denda di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabupaten Banjar Dukung Gerakan Indonesia Bersih
apahabar.com

Kalsel

Meninggal Dalam Pick Up, Seorang Pria di Banjarmasin Dievakuasi Standar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap, Kalsel Bakal Diguyur Hujan Lebat

Dinas PUPR Kalsel

Alhamdulillah, Ponpes Al Falah Putera Banjarbaru Mulai Dibangun Ulang Bertingkat Tiga
apahabar.com

Kalsel

Waspada! Siang Hari BMKG Prakirakan 3 Daerah Ini Diguyur Hujan Disertai Petir
apahabar.com

Kalsel

Sasar Tempat ‘Kerumunan’, Polsek Anjir Muara Sosialisasi Peraturan Bupati Batola
apahabar.com

Kalsel

AP I Kebut Perbaikan Plafon Terminal Baru Syamsuddin Noor
Nakes Kotabaru

Kalsel

Nakes Kotabaru Kagum Lihat Kondisi Istri Pejuang Usia Satu Abad Saat Suntik Vaksin Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com