Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih Kisruh Wali Kota Vs Eks Direktur PDAM Bandarmasih, Sukro: Segerakan Penyertaan Modal! Banjir Mengancam, Jembatan-Jembatan Bertanda Silang di Banjarmasin Mau Diapakan? Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto

Akademisi Uniska ‘Bela’ Edy Mulyadi, Rektorat Tak Sepakat

Klarifikasi pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan disebut “Tempat Jin Buang Anak” kembali disoroti banyak pihak, terutama soal keterlibatan akademisi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin dalam video tersebut.
- Apahabar.com     Rabu, 26 Januari 2022 - 19:38 WITA

Akademisi Uniska ‘Bela’ Edy Mulyadi, Rektorat Tak Sepakat

Klarifikasi Edy Mulyadi soal pernyataan Kalimantan tempat jin buang anak. Foto-SC Youtube BANG EDY CHANNEL.

apahabar.com, BANJARMASIN – Klarifikasi pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan disebut “Tempat Jin Buang Anak” kembali disoroti banyak pihak, terutama soal keterlibatan akademisi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin dalam video tersebut.

Diketahui, lewat kanal youtube pribadinya bernama BANG EDY CHANNEL, mantan caleg PKS tersebut mengungkapkan permintaan maaf.

Dalam video berdurasi 9 menit 53 detik yang diunggah pada 24 Januari lalu itu, Edy juga menjelaskan pernyataan “Jin Buang Anak” yang ia maksud.

“Nah di Jakarta, tempat jin buang anak itu untuk menggambarkan tempat yang jauh,” kata Edy.

Menurut dia, istilah “jin buang anak” juga pernah menjadi julukan kawasan Monas dan BSD di zaman dahulu.

Ia berpandangan, itu hanya istilah yang menandakan suatu tempat jauh dan terpencil.

“Jangankan Kalimantan, istilah, mohon maaf ya, Monas itu dulu tempat jin buang anak. BSD tuh tahun ’80-an masih tempat jin buang anak. Istilah biasa,” ucap dia.

Edy menilai ada pihak yang berupaya memainkan isu tersebut hingga menjadi ramai. Kendati demikian, ia tetap meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas pernyataannya itu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pernyataannya itu tidak ada niatan untuk merendahkan dan menghina pihak tertentu.

Yang turut menjadi sorotan kemudian, dalam video tersebut terdapat seorang akademisi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB), Dr. Muh Uhaib As’ad .

Uhaib menyatakan tidak ada masyarakat Kalimantan yang tersinggung dengan ucapan Edy. Ucapan ini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

Kejadian tersebut membuat petinggi UNISKA buka suara. Wakil Rektor I Bidang Akademik Uniska MAB, Mohammad Zainul menegaskan kampus tak ikut campur.

Sikap pembelaan terhadap Edy dipastikan murni dari pribadi yang bersangkutan.

“Pernyataan itu sebatas personal dia saja,” ujarnya, Rabu (26/1).

Namun, pernyataan Kalimantan adalah tempat “Jin Buang Anak” menurut Zainul juga tak bisa dibenarkan.

“Karena bagaimana pun juga tidak etis perkataan seperti itu. Bagi masyarakat Kalimantan termasuk Kalsel itu dapat menimbulkan ketersinggungan atau kemarahan,” ucapnya.

Menurutnya, toh jika yang bersangkutan tak setuju dengan kebijakan pemindahan ibu kota negara ke Kaltim, masih bisa menggunakan pernyataan lebih bijak.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek Rantau Badauh Salurkan Bansos Alumni Akpol 1991
apahabar.com

Kalsel

Renovasi Pasar Tungging Banjarmasin Terus Berlanjut
Eks pasien RSJ, pelaku pembunuhan warga HST menyerahkan diri ke Polsek BAS, Minggu (6/2). Foto-istimewa.

Kalsel

Pembacokan di Tembok Bahalang HST: Pelaku Eks Pasien RSJ, Korban Pernah Bunuh Orang
apahabar.com

Kalsel

Jelang Rakercab, Hipmi Tanah Bumbu Perkuat Konsolidasi
apahabar.com

Kalsel

Instruksi Pusat, Detik-detik Proklamasi di Banjarmasin Bunyikan Sirine
apahabar.com

Kalsel

Heboh Bajakah, Simak Ulasan MUI Kalsel tentang Pengobatan Islami
apahabar.com

Kalsel

Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan, Polsek Rantau Badauh Masih Toleransi
apahabar.com

Kalsel

Cerita Koptu Chandera Aprianto Dicintai Warga Pulantan Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com