Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia Keluh Kesah Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO 4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih

Anggota DPR RI Dapil Kalsel Sesalkan Pernyataan Edy Mulyadi yang Diduga Hina Kalimantan

Anggota DPR RI Dapil Kalsel, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyesalkan pernyataan Edy Muyadi yang diduga menghina Kalimantan.
- Apahabar.com     Minggu, 23 Januari 2022 - 19:27 WITA

Anggota DPR RI Dapil Kalsel Sesalkan Pernyataan Edy Mulyadi yang Diduga Hina Kalimantan

Anggota Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPR RI Dapil Kalsel, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyesalkan pernyataan Edy Muyadi yang diduga menghina Kalimantan.

“Assalamualaikum, saudara-saudara sebangsa dan setanah air khususnya di Kalimantan. Sebagai orang asli Banjar, suku terbesar di Kalimantan, saya pribadi amat menyesalkan pernyataan Edy Mulyadi dalam suatu forum yang videonya belakangan sangat viral,” ucap Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Minggu (23/1).

Sebelumnya, Edy Mulyadi menyebut ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan adalah tempat jin buang anak.

Tak hanya situ, Edy Mulyadi juga mengatakan pangsa pasar IKN baru yakni kuntilanak dan genderuwo.

“Pernyataan tersebut tentu sangat menyakitkan kami sebagai warga Kalimantan,” kata pria yang akrab disapa Bang Rifqi tersebut.

Bang Rifqi menilai, Edy Mulyadi dkk boleh tidak sepakat dengan UU IKN yang telah diparipurnakan pada Selasa (18/1) lalu.

Namun harus tetap dilakukan secara konstitusional. Artinya, Edy Mulyadi bisa melakukan judical review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebab di sana berbagai macam argumentasi baik secara formil maupun materiil akan diuji.

“Kami selaku anggota DPR RI tentu menaruh hormat dengan putusan peradilan. Tetapi ketidaksukaan Edy Mulyadi terhadap substansi UU IKN itu tak boleh sama sekali memarjinalkan bahkan menghina orang Kalimantan,” tegasnya.

“Berpuluh-puluh tahun kami orang Kalimantan selalu dimarjinalkan. Kami warga negara Indonesia yang memberikan sumbangsih tidak kecil bagi untuk negara. Hampir berpuluh tahun PLTU di tanah Jawa disuplai dari hasil kekayaan alam Kalimantan.”

“Bertahun-tahun kami juga memberikan devisa melalui hasil kayu. Apakah kami senang IKN pindah ke Kalimantan? Tidak juga. Kami amat takut jika kehadiran IKN bisa memicu konflik di Kalimantan,” bebernya.

Ia pun mengimbau kepada warga Kalimantan agar tetap objektif melihat pernyataan tersebut.

Ia juga meminta Edy Mulyadi supaya meminta maaf kepada warga Kalimantan.

“Namun apabila langkah hukum diperlukan, saya tak bisa melarang,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kawal New Normal, Polri Siapkan 77.897 Personel
apahabar.com

Nasional

Anggota Panja DPR Pastikan Tidak Ada Substansi UU Cipta Kerja yang Berubah
apahabar.com

Nasional

Inilah Foto Resmi Jokowi – Ma’ruf Amin di Surat Suara
Izin BPOM

Nasional

Belum Kantongi Izin BPOM, Mengapa Vaksin Covid-19 Didistribusikan?
apahabar.com

Nasional

Merapi Gugurkan Lava Pijar 6 Kali, Status Waspada Level II
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut Virus Corona Sebagai Bencana
apahabar.com

Nasional

MUI dan FKUB Blitar Sepakat Larang Pemaksaan Atribut Natal
apahabar.com

Nasional

Hipmi Ingatkan Dampak Buruk Pelarangan Ekspor Nikel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com