Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemerintah Siapkan 1.011 Rumah Sakit

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menegaskan, pemerintah siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron. Menurut dia, saat ini pemerintah menyiagakan 1.011 rumah sakit.
- Apahabar.com     Minggu, 2 Januari 2022 - 23:38 WITA

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemerintah Siapkan 1.011 Rumah Sakit

Pemerintah siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron. Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menegaskan, pemerintah siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron. Menurut dia, saat ini pemerintah menyiagakan 1.011 rumah sakit.

Dari seribuan rumah sakit itu, sebanyak 82.168 tempat tidur untuk pasien Covid-19 telah tersedia.

“Kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dilakukan karena pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia diperkirakan semakin banyak,” tutur Abraham, di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, kutip Okezone, Minggu (2/1/2022).

Abraham juga memastikan, kesiapan logistik berupa APD dan obat-obatan cukup untuk tiga bulan ke depan.

Saat ini kata Abraham, sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 varian omicron mulai melakukan pengetatan untuk pasien umum. Sementara itu, 24 pasien Covid-19 varian Omicron yang saat ini dirawat di RSPI Sulianti Saroso kondisinya terus membaik. Mereka tidak ada yang perlu mendapatkan perawatan intensif.

Rosa Marlina, Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso mengatakan, seluruh pasien Omicron umumnya berusia muda dan tidak memiliki komorbid. Pasien terdeteksi memiliki Omicron bukan karena gejala namun lantaran ingin melakukan perjalanan jauh.

“Saya berharap pemerintah jangan terburu-buru kendorkan pembatasan. Pasien diawal-awal adanya varian baru cenderung tidak berat karena mayoritas adalah berusia muda serta sebenarnya orang sehat sehingga dia mau melakukan perjalanan jauh,” jelasnya. “Situasi mulai sulit ketika penularan sudah menyebar ke kelompok lansia dan komorbid,” tutur Rosa Marliana.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Dugem

Nasional

Viral! Wanita Berjilbab ‘Dugem Halal’, Netizen: Kerudung Menutupi Ketombe-Kutu!
apahabar.com

Nasional

Berstatus Siaga, BPPTKG Sebut Suara Guguran dari Gunung Merapi Terdengar 7 Kali
apahabar.com

Nasional

Menhub: Seluruh Moda Transportasi Akan Dibuka Kembali Esok
apahabar.com

Nasional

Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan 
apahabar.com

Nasional

Stres Hadapi Covid-19 Bukan Alasan Marahi Anak
Pemkot Solo

Nasional

Pemkot Solo Segera Vaksinasi Anak 6-11 Tahun
apahabar.com

Nasional

Terjaring OTT KPK, PPP Langsung Pecat Istri Bupati Kutim
Covid-19

Nasional

Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com