Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

BREAKING! Kasus Pencabulan Oknum Pemuka Agama di Angkinang HSS Naik Status

Polisi resmi menaikkan status kasus dugaan pencabulan yang mengarah ke seorang oknum pemuka agama di Angkinang, HSS.
- Apahabar.com     Senin, 3 Januari 2022 - 15:45 WITA

BREAKING! Kasus Pencabulan Oknum Pemuka Agama di Angkinang HSS Naik Status

Polisi menaikkan status kasus dugaan pencabulan oleh seorang pria yang dikenal sebagai pemuka agama di Angkinang, Kabupaten HSS. Foto ilustrasi: Ist

apahabar.com, KANDANGAN – Polisi resmi menaikkan status kasus dugaan pencabulan oknum pemuka agama di Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Ya statusnya kini naik ke penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres HSS AKP Matnur melalui Kasi Humas Iptu Purwadi dihubungi apahabar.com, Senin (3/1) siang.

Peningkatan status karena penyidik menemukan adanya unsur dugaan pelanggaran pidana dalam kasus itu.

“Pelapor sementara ini berjumlah satu orang,” ujarnya.

Apakah pelapor itu adalah anak di bawah umur? Matnur tak menampiknya.

Lebih jauh, Matnur belum bersedia menyampaikan apa saja temuan penyelidikan.

Mantan kasat reskrim Polres Tabalong ini meminta publik menunggu proses penyidikan kepolisian selesai.

Matnur berjanji akan mengusut segala informasi masyarakat yang masuk ke pihaknya.

“Semua informasi kita laksanakan penyelidikan, doakan semua cepat prosesnya,” ujarnya.

Sebagai pengingat, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan sejumlah warga di Angkinang yang merasa menjadi korban pelecehan seksual ke media ini.

Salah satu warga berinisial BA (30) mengaku menjadi korban saat mengikuti ritual mandi-mandi di rumah terlapor berinisial SA.

SA, selama ini sudah dianggap sebagai guru maupun pemuka agama oleh warga setempat.

Bukan hanya 10, melainkan 11 wanita yang belakangan diduga menjadi korban pelecehan terlapor. Salah satunya masih di bawah umur.

Namun, mayoritas mereka enggan melapor secara resmi ke kepolisian lantaran beragam alasan. Bahkan orang tua salah seorang korban mau kasus tersebut ditutup atau selesai secara kekeluargaan.

Kronologis kasus di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Duh, Seorang Wanita di Banjarmasin Kedapatan Curi Susu Bubuk di Indomaret

Kalsel

GOR-Ruang Makan Terpaksa Disulap Jadi Kelas dan Asrama Santri Ponpes Al Falah Banjarbaru
Banjir

Kalsel

Pasca-Banjir Kalsel, Pakar ULM Minta Pemerintah Antisipasi Klaster Pengungsian
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Beruntun di Gunung Raja, 5 Mobil Rusak Berat
apahabar.com

Kalsel

Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Siang Hari Kalsel Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Cuma Tampung 84 Siswa, Pendaftar di SDN Pasar Lama Membeludak
apahabar.com

Kalsel

BPK HSS Gelar Lomba Ketangkasan, Hubriansyah Ingatkan Kekompakan Tim
Kompleks Yuka

Kalsel

Siang Bolong, Jago Merah Gegerkan Warga Yuka Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com