Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Buntut Police Line-Blokade Hauling KM 101 Tapin: Pengusaha Tongkang Merengek

Police line dan blokade jalur hauling underpass KM 101 Tapin oleh PT Tapin Coal Terminal (TCT) berbuntut panjang.
- Apahabar.com     Kamis, 6 Januari 2022 - 06:57 WITA

Buntut Police Line-Blokade Hauling KM 101 Tapin: Pengusaha Tongkang Merengek

Sudah satu bulan jalan hauling Km 101 Suato Tatakan, Tapin diblokade oleh polisi, imbas seteru PT AGM dan PT TCT. Foto: Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Police line dan blokade jalur hauling underpass KM 101 Tapin oleh PT Tapin Coal Terminal (TCT) berbuntut panjang.

Selain berimbas terhadap ribuan sopir dan pekerja lainnnya, para pengusaha tongkang juga merengek.

Salah satunya seperti yang dialami H Safei, pengusaha tongkang asal Tapin.

H Safei terpaksa menjual asetnya untuk membayar kewajiban ke perbankan sebesar Rp1,2 miliar per bulan.

“Akibat penutupan jalan hauling KM 101 Tapin sebulan terakhir, para pengusaha hauling dan tongkang bisa rugi hingga Rp1 triliun. Kerugian ini akan semakin  besar jika jalan tetap ditutup,” kata H Safei saat RDP dengan DPRD Kalsel, PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan PT Tapin Coal Terminal (TCT), belum lama tadi.

H Safei mengatakan hampir semua pengusaha tongkang membiayai usaha dari pinjaman bank.

Sebabnya, dengan tidak beroperasinya pengiriman batu bara oleh PT AGM praktis tidak ada pendapatan.

“Semuanya utang, tidak ada yang tidak utang. Ini investasi kami, rakyat menggantungkan hidupnya di tempat kami,” katanya.

Agar bisa membayar utang, H Safei telah menawarkan tongkangnya ke sejumlah pemilik pelabuhan.

Namun, hingga saat ini belum menemukan hasil.

“Kami sudah menawarkan ke sana ke mari, tidak ada yang memakai tongkang. Tongkang kami juga tidak bisa sandar di pelabuhan TCT karena speknya khusus,” bebernya.

Mengingat ancaman kerugian yang terus besar, ia menegaskan bahwa pihak asosiasi akan memaksa untuk bekerja kembali pekan depan.

Bahkan, pihaknya akan melintas di jalan nasional untuk mengirimkan batu bara ke pelabuhan.

“Tidak ada pilihan lain, disetujui atau tidak, kami akan melintas di jalan nasional. Kami telah mengkaji perda larangan terkait melintas di jalan. Itu hanya mengikat jalan provinsi atau kabupaten,” tegasnya.

Dengan rencana itu, ia berharap PT AGM  selaku pemegang PKP2B kembali memberikan pekerjaan kepada pengusaha hauling dan tongkang.

“Dengan segala kerendahan hati, kami tidak menuntut kompensasi. Kami meminta pekerjaan. Mustahil Antang bisa membayar utang-utang kami,” cetusnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT TCT, Tri Hartanto mengungkapkan, perusahaannya sedang dalam kondisi sulit dan memiliki banyak kewajiban.

“Kami juga ingin survive, kami juga punya karyawan, kami juga investasi, kami juga punya tanggungan di bank. Ini yang harus dipahami. Kami ingin diselesaikan bisnis to bisnis,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam RDP kemarin, PT AGM diwakili Direktur Utamanya Widada, direksi dan komisaris.

Sementara PT TCT hanya mengirimkan Kuasa Direksi, Markus Antonius Wibisono bersama Tri Hartanto.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

HIPMI

Ekbis

Musda ke-XV BPD HIPMI Kalsel, MHM Dorong Pengusaha Muda Dukung Produk Lokal
apahabar.com

Ekbis

Bahan Bakar Mineral Mendominasi, Ekspor Kalsel Naik 1,92 Persen Per Desember 2019
apahabar.com

Ekbis

Mitsubishi Sebut Avanza Bukan Pesaing Berat Xpander Tahun Depan
apahabar.com

Ekbis

Umrah Distop, Puluhan Jemaah Kalsel Terancam Gagal Berangkat
apahabar.com

Ekbis

Tampil Maskulin, Yamaha Scorpio Z 2008 Modif Bratstyle
apahabar.com

Ekbis

Pajak Kuliner dan Hotel Jadi Penyumbang Terbesar PAD Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Menguat, Didukung Sentimen Global Ekonomi AS
apahabar.com

Ekbis

Futuria Inovasi Telkomsigma Kenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com