Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin  Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin

Catat, Beda Insentif PPnBM Otomotif Tahun 2022 dengan 2021

Adapun di kuartal keempat, pemerintah sama sekali tidak menanggung PPnBM untuk mobil dengan harga jual di bawah Rp200 juta atau LCGC.
- Apahabar.com     Selasa, 18 Januari 2022 - 13:19 WITA

Catat, Beda Insentif PPnBM Otomotif Tahun 2022 dengan 2021

Pengunjung menaiki mobil yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (18/4/2021). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Ada perbedaan antara insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) 2022 dengan tahun 2021 lalu.

Ya, meski pemerintah resmi memperpanjang PPnBM untuk produk otomotif di 2022, namun terdapat sejumlah perbedaan dibandingkan dengan tahun lalu.

Jika pada 2021 pemerintah memberikan diskon PPnBM sebesar 100 persen dari Maret hingga akhir tahun, maka pada tahun ini besarannya dikurangi di tiap kuartal.

Pakar otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai kebijakan pemberian insentif PPnBM di sektor otomotif masih dibutuhkan pada 2022.
Dia menilai masyarakat masih membutuhkan subsidi dari pemerintah lantaran perputaran roda ekonomi masih belum sepenuhnya kembali normal.

“Kebijakan PPnBM tentunya masih diperlukan setidak-tidaknya pada triwulan satu dan dua tahun 2022, karena masih diperlukan sedikit waktu lagi untuk mengembalikan putaran ekonomi masyarakat menuju ke daya beli awalnya,” ujar Yannes seperti dilansir Antara, Selasa (18/1).

Pemberian insentif PPnBM otomotif pada 2022 dibagi dalam dua kategori. Mobil dengan harga jual di bawah Rp200 juta atau LCGC (Low Cost Green Car) dan produk otomotif seharga Rp200 juta sampai Rp250 juta.

Untuk mobil dengan harga jual di bawah Rp200 juta atau LCGC, dikenakan PPnBM sebesar 3 persen. Pemerintah akan menanggung seluruh PPnBM tersebut pada kuartal I 2022.

Pada kuartal kedua, besaran PPnBM yang ditanggung pemerintah berkurang menjadi hanya 2 persen. Sementara 1 persen sisanya akan ditanggung konsumen.

Di kuartal ketiga, besaran PPnBM yang ditanggung pemerintah kembali menyusut menjadi hanya 1 persen.

Adapun di kuartal keempat, pemerintah sama sekali tidak menanggung PPnBM untuk mobil dengan harga jual di bawah Rp200 juta atau LCGC.

Dengan begitu, konsumen harus membayar penuh besaran PPnBM sebesar 3 persen tersebut.

Sementara untuk produk otomotif seharga Rp200 juta sampai Rp250 juta, dikenakan tarif PPNBM normal sebesar 15 persen.

Pemerintah akan menanggung setengah dari besaran PPnBM tersebut pada kuartal I 2022. Sementara 7,5 persen sisanya dibayar oleh konsumen.

Mulai kuartal kedua, pemerintah tidak lagi menanggung PPnBM untuk produk otomotif di harga Rp200 juta hingga Rp250 juta. Dengan kata lain, konsumen harus membayar penuh tarif PPnBM sebesar 15 persen tersebut.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hujan Iringi Kedatangan Jenazah Gus Sholah di Halim Perdanakusuma
PeduliLindungi

Nasional

Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Kemenkes Tutup Data Pejabat di PeduliLindungi
apahabar.com

Nasional

Tuan Guru Bajang Besok Maulidan di Batulicin

Nasional

Kisah Getir Sukarno Kecil: Miskin dan Sakit-sakitan
apahabar.com

Nasional

18 Hoaks UU Cipta Kerja Temuan Kemenkominfo, Beredar di Twitter, Facebook dan Instagram
apahabar.com

Nasional

Ali Day, Pernikahan Massal di Cina Tetap Digelar Saat Pandemi
Gunung Merapi

Nasional

Status Siaga, Sepekan Ini Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas-190 Guguran Lava
apahabar.com

Nasional

Senjata Api Pelaku Teror di Masjid New Zealand Legal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com