[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Covid-19 Gabungan Varian Delta dan Omicron Ditemukan

- Apahabar.com     Senin, 10 Januari 2022 - 06:49 WITA

Covid-19 Gabungan Varian Delta dan Omicron Ditemukan

Ilustrasi, Varian deltacron ditemukan. Foto-Net.

apahabar.com, SIPRUS – Belum usai penyebaran delta dan omicron yang membuat panik warga dunia, kini ditemukan varian baru gabungan keduanya.

Baru-baru ini para peneliti di Siprus menemukan varian virus baru, yang saat ini menjadi bagian dari diskusi. Virus baru ini terdiri dari delta dan omicron.

Dalam sebuah laporan, Leondios Kostrikis, seorang profesor ilmu biologi di University of Cyprus telah menamai varian gabungan ini sebagai ‘Deltacron.’

Dinamakan demikian karena ciri genetiknya mirip omicron dan ada di dalam genom delta. Menurut laporan tersebut, Kostrikis dan timnya sejauh ini telah menemukan 25 kasus terkait varian virus tersebut. Sejauh ini tidak jelas apakah ada kasus lain dari varian ini atau seberapa besar bahaya yang bisa ditimbulkan.

“Pada saat yang sama, kita akan melihat di masa depan apakah jenis ini lebih menular atau akan bertahan,” kata peneliti, dilansir Republika yang mengutip English Track Live, Minggu (9/1).

Dalam sebuah wawancara dengan Sigma TV, profesor mengaku percaya bahwa ada lebih banyak penularan omicron yang terjadi. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa para peneliti telah mengirimkan hasilnya ke GISAID pekan ini. Ini adalah database internasional yang melacak virus. Penemuan varian ‘Deltacron’ datang pada saat dunia sudah terganggu oleh omicron.

Saat ini, kasus varian omicron sedang meningkat di seluruh dunia. Oleh karena itu, kasus Covid-19 juga mengalami peningkatan tajam di seluruh dunia. Varian baru virus corona juga diidentifikasi di Prancis awal bulan ini.

Sejauh ini, 46 mutasi telah diamati pada varian virus ini. Menurut para ilmuwan, varian ini pertama kali ditemukan pada seseorang yang bepergian ke negara Afrika, Kamerun. Varian baru itu telah dinamai B.1.640.2.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cerita Wagub Kalbar Selama Tiga Pekan Dirawat Akibat Covid-19

Nasional

Menkeu Sri Mulyani Nyatakan Anggaran Pembangunan IKN Masuk ke Program PEN
apahabar.com

Nasional

Dibekuk Tim Siber, Polisi Dalami Motif Pelaku Mengaitkan Kematian Levie
apahabar.com

Nasional

DPR Tak Digaji Jika Lama Rampungkan UU
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Positif 111.455, Sembuh 68.975
apahabar.com

Nasional

Penyanyi Yopie Latul Meninggal Dunia karena Covid-19

Nasional

Isak Tangis Warnai Pemakaman Herman Seventeen
apahabar.com

Nasional

52 Advokat Siap Bantu Istri Kolonel HS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com