Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Data Inflasi AS Sesuai Ekspektasi Pasar, Rupiah Ditutup Menguat

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (13/1) sore ditutup menguat.
- Apahabar.com     Kamis, 13 Januari 2022 - 17:09 WITA

Data Inflasi AS Sesuai Ekspektasi Pasar, Rupiah Ditutup Menguat

Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto-Bisnis

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (13/1) sore ditutup menguat.

Penguatan kurs rupiah setelah data inflasi Amerika Serikat sesuai ekspektasi pelaku pasar.

Rupiah sore ini ditutup menguat 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.295 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.324 per dolar AS.

“USD terkoreksi signifikan setelah data inflasi yang kurang lebih sesuai dengan perkiraan pasar dan tidak akan diberikannya insentif tambahan apapun pada kecepatan kebijakan pengetatan (kenaikan suku bunga) oleh The Fed,” kata analis DC Futures, Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis.

Indeks harga konsumen (IHK) AS meningkat 0,5 persen bulan lalu setelah naik 0,8 persen pada November. Secara tahunan, IHK melonjak 7 persen, kenaikan terbesar sejak Juni 1982.

Gubernur The Fed Jerome Powell pun tidak memberikan indikasi yang jelas bahwa bank sentral sedang terburu-buru untuk mempercepat rencana pengetatan kebijakan moneter.

“Di sisi lain, dampak dari dibukanya kembali ekspor batu bara masih memberi sentimen positif pada rupiah,” ujar Lukman.

Pemerintah kembali membuka izin ekspor batu bara namun hanya diberikan kepada produsen yang telah memenuhi kewajiban pasokan ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO).

Izin ekspor itu diberikan setelah ada kepastian bahwa stok batu bara untuk pembangkit listrik saat ini dalam kondisi aman.

PT PLN (Persero) melaporkan stok batu bara di PLTU saat ini berada dalam angka minimal 15 hari operasi (HOP) atau untuk PLTU berjarak jauh dan kritis di angka 20 HOP.

Sementara itu, jumlah kasus harian Covid-19 pada Rabu (12/1) kemarin mencapai 646 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,27 juta kasus.

Khusus untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron total mencapai 506 kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 6 kasus sehingga totalnya mencapai 144.150 kasus.

Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 314 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,12 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 6.985 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 172,16 juta orang dan vaksin dosis kedua 117,95 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.310 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.295 per dolar AS hingga Rp14.326 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis ditutup melemah ke posisi Rp14.311 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.302 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bayar PPB di Tokopedia, Warga Kalsel Ikut Dorong Perekonomian Daerah
Pinjol Ilegal

Ekbis

Sejak 2018, 3.516 Aplikasi Pinjol Ilegal Diblokir
apahabar.com

Ekbis

Alasan BI Sarankan Masyarakat Kalsel Beralih ke Daging Beku
Hauling AGM

Ekbis

Kisruh Penutupan Jalan Hauling 101 di Tapin, TCT Bantah Lakukan Blokade
apahabar.com

Ekbis

Cegah Penularan Covid-19, Repnas Dukung Karantina Wilayah Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Juwianto Jadi Jutawan Berkat Eceng Gondok
apahabar.com

Ekbis

UU Ciptaker Dongkrak Rupiah ke No 1
Ilustrasi UMKM. Foto-Ist

Ekbis

Sri Mulyani Ungkap Biang Keladi UMKM Indonesia Susah Ekspor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com