[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Didukung Sektor Keuangan, Saham Australia Dibuka Rebound

Sementara saham pembuat semen serat James Hardie jatuh setelah memecat CEO Jack Truong karena melanggar kode etik.
- Apahabar.com     Jumat, 7 Januari 2022 - 09:48 WITA

Didukung Sektor Keuangan, Saham Australia Dibuka Rebound

Seorang pria tengah memantau layar utama pergerakan saham Australian Securities Exchange, di Sydney, Australia. Foto-Reuters via Antara/am

apahabar.com, SYDNEY – Saham-saham Australia dibuka rebound pada awal perdagangan Jumat (7/1), setelah aksi jual yang dipimpin oleh teknologi di sesi sebelumnya, dengan saham perbankan memimpin kenaikan.

Sementara saham pembuat semen serat James Hardie jatuh setelah memecat CEO Jack Truong karena melanggar kode etik.

Melansir Antara, indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Tokyo (TSE) menguat 1,5 persen menjadi diperdagangkan di 7.468,30 poin pada pukul 00.17 GMT. Indeks acuan telah menetap 2,7 persen lebih rendah pada Kamis (6/1), sesi terburuk dalam enam belas bulan.

James Hardie pada Jumat memecat Truong dan mengatakan interaksi terkait pekerjaannya selama beberapa bulan terakhir dengan sekelompok 30-50 karyawan “secara luas dan material melanggar” kode etik perusahaan.

Saham produsen semen fiber terbesar di dunia itu turun terjungkal 10,8 persen, dan ditetapkan untuk sesi terburuk sejak Maret 2020.

Saham-saham keuangan kelas berat melonjak sebanyak 2,2 persen untuk mencatat lompatan intraday terbesar mereka sejak Oktober tahun lalu, didorong oleh bank-bank “Empat Besar”.

Commonwealth Bank of Australia, Westpac Banking Corp, dan Australia and New Zealand Banking Group meningkat antara 1,6 persen hingga 2,2 persen.

Saham sektor teknologi yang anjlok 6,4 persen pada Kamis (6/1/2022) di sesi terburuk sejak Maret 2020, bangkit kembali 1,3 persen.

Penggerak utama pasar perusahaan beli sekarang, bayar nanti Afterpay terangkat 2,9 persen dalam lompatan intraday terbesar sejak 22 Desember 2021, sementara Tyro Payments meningkat 1,9 persen.

Saham sektor energi terangkat 2,2 persen, karena harga minyak naik semalam di tengah meningkatnya kerusuhan di produsen minyak OPEC+ Kazakhstan dan penutupan pasokan di Libya.

Perusahaan eksplorasi minyak dan gas utama Santos Ltd dan Woodside Petroleum masing-masing menguat 1,8 persen dan 2,1 persen.

Australian Pharmaceutical Industries anjlok 12,4 persen, sementara Woolworths Group dan Wesfarmers masing-masing menguat 0,4 persen dan 1,6 persen.

Australian Pharmaceutical Industries mengatakan Wesfarmers Ltd akan membelinya seharga 763,6 juta dolar Australia (546,9 juta dolar AS) setelah Woolworths menarik diri dari persaingan untuk mengakuisisi rantai toko obat top negara itu.

Harga bijih besi yang kuat mengangkat penambang sebesar 1,2 persen, sementara saham perawatan kesehatan terkerek 1,3 persen.

Sementara itu, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru diperdagangkan datar di 12.988,51 poin.

 

Seorang pria tengah memantau layar utama pergerakan saham Australian Securities Exchange, di Sydney, Australia. Foto-Reuters via Antara/am

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar

Ekbis

Samsung Menurun, Apple Stagnan, Vendor Smartphone China Menanjak

Ekbis

Perekonomian Global, China Hadapi Tantangan Salah Urus Perusahaan
apahabar.com

Ekbis

Garuda Siap Evakuasi WNI ke Tanah Air
apahabar.com

Ekbis

83 Ribu IKM Kalsel Didorong Ikut Program #BanggaBuatanIndonesia
aopahabar.com

Ekbis

Warga Penajam Nikmati Jargas, Pertamina: Lebih Ekonomis
apahabar.com

Ekbis

Dewan: Hilirisasi Jadi Solusi Atasi Harga Sawit di Kalsel

Ekbis

BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan III-2020 Minus 3,49 Persen

Ekbis

Duh! Harga Batu Bara Merosot 4,7 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com