Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Ekspor Batu Bara Disetop Sebulan, Tak Siginifikan untuk Perbaikan Lingkungan

Kebijakan pemerintah melarang kegiatan ekspor batu bara di awal tahun ini mendapat sorotan.
- Apahabar.com     Senin, 3 Januari 2022 - 14:44 WITA

Ekspor Batu Bara Disetop Sebulan, Tak Siginifikan untuk Perbaikan Lingkungan

Pemerintah menyetop ekspor batu bara selama sebulan. Namun kebijakan ini dinilai tak signifikan untuk perbaikan lingkungan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kebijakan pemerintah melarang kegiatan ekspor batu bara di awal tahun ini mendapat sorotan.

Pemerhati lingkungan di Kalsel, Berry Nahdian Furqan, menilai selama ini ada masalah dalam kebijakan energi nasional.

Dia memandang pengaturan pemenuhan energi dalam negeri tidak serius dijalankan.

“Sehingga memunculkan kebijakan yang tambal sulam,” ucapnya saat dihubungi apahabar.com, Senin (3/1).

Kemudian dengan kebijakan ini, Berry menyarankan agar pemerintah memanfaatkan untuk melakukan evaluasi cepat secara menyeluruh terkait kebijakan energi nasional, termasuk, sektor pertambangan batu bara yang mestinya dapat menopang energi nasional jangka panjang.

“Serta perkembangan industri nasional, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan hidup,” tambah mantan direktur Walhi Nasional ini.

Sementara dari segi lingkungan, lanjut Berry, larangan ekspor batu bara yang hanya sebulan tidak akan berpengaruh signifikan.

“Sebab, patokan produksi batu bara itu kuotanya per tahun,” ujarnya.

Selain itu, produksi relatif tetap hanya pengalihan alokasi kebutuhan antara luar negeri ke dalam negeri.

“Indikatornya bukan hanya pada penghentian ekspor, namun pada tata kelola dan manajemen tambangnya,” tekan mantan Wabup HST ini.

Di sisi lain, menurutnya, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten yang selama ini ditopang oleh batu bara bisa menjadikan situasi ini sebagai pelajaran agar ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor tambang.

“Mesti diimbangi dengan sektor-sektor lainnya seperti pertanian, perkebunan dan kehutanan serta kelautan yang masih punya peluang besar untuk ditingkatkan,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

1 Juli, Polisi Kotabaru Gratiskan SIM untuk Warga
apahabar.com

Kalsel

Banjarbaru Direndam Banjir, BPBD Kota: Semua Aman Terkendali
apahabar.com

Kalsel

Pria Diduga Tewas Usai Berhubungan Seks di Hotel Herlina Banjarbaru Masih Misteri, Hasil Visum Belum Keluar

Kalsel

VIDEO: Ledakan Keras Guncang Sungai Jingah Dini Hari Tadi
apahabar.com

Kalsel

Dahsyatnya Banjir di Tanbu, Ribuan Jiwa dan Lahan Pertanian Terdampak
Jurkani Banjarmasin

Kalsel

PEMBUNUHAN JURKANI: Polisi Tutup Peluang Tersangka Baru!
apahabar.com

Kalsel

LK3 : Penyebaran Hoaks Berbau SARA Ancam Pemilu 2019
Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Polres HSU Bagikan 500 Nasi Bungkus

Kalsel

Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Polres HSU Bagikan 500 Nasi Bungkus 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com