Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia Keluh Kesah Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO 4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih

Harga Emas Antam Turun, Rp936 Ribu per Gram

Pada Rabu (19/1) hari ini, harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun ke posisi Rp936 ribu per gram.
- Apahabar.com     Rabu, 19 Januari 2022 - 12:46 WITA

Harga Emas Antam Turun, Rp936 Ribu per Gram

Ilustrasi. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Pada Rabu (19/1) hari ini, harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun ke posisi Rp936 ribu per gram.

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp2.000 dari Rp838 ribu per gram menjadi Rp836 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp518 ribu, 2 gram Rp1,81 juta, 3 gram Rp2,69 juta, 5 gram Rp4,45 juta, 10 gram Rp8,85 juta, 25 gram Rp22,01 juta, dan 50 gram Rp43,94 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,81 juta, 250 gram Rp219,26 juta, 500 gram Rp438,32 juta, dan 1 kilogram Rp876,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sedangkan pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX menguat 0,05 persen menjadi US$1.813 per troy ons. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot turun 0,05 persen ke US$1.812 per troy ons pada pagi ini.

Pengamat Komoditas Ariston Tjendra memprediksi harga emas internasional melemah hari ini. Kenaikan tingkat imbal hasil (yield) surat utang Amerika Serikat (AS) masih memberikan sentimen negatif untuk emas.

“Kenaikan yield obligasi pemerintah AS baik tenor jangka pendek ataupun jangka panjang karena antisipasi pasar terhadap potensi percepatan kenaikan suku bunga acuan AS, menjadi pemicu penurunan harga emas,” papar Ariston, dilansir CNN Indonesia.

Di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus covid-19 dan kenaikan inflasi berpotensi menahan pelemahan harga emas secara signifikan. Pasalnya, dua hal tersebut akan mengganggu pemulihan ekonomi global.

“Hari ini, harga emas masih berpeluang menguji support di kisaran $1.800 per troy ons dengan potensi resistence kisaran $1.825 per troy ons,” pungkas Ariston.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Ketua Pedagang Pasar Bauntung: 550 Pedagang Menolak Pindah
Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia

Tak Berkategori

TGB Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia, Berikut Profilnya
apahabar.com

Tak Berkategori

Proses Penjualan Tiket Ed Sheeran Dikeluhkan, Ini Kata Tokopedia
apahabar.com

Tak Berkategori

PMI Kalsel Siap Pasok Logistik Korban Longsor Kotabaru
apahabar.com

Tak Berkategori

Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 2019
apahabar.com

Tak Berkategori

Bekerjasama Dengan Pembeli, Kasir Curang Sikat Uang Mini Market
apahabar.com

Tak Berkategori

Penanganan Banjir Masuk Musrenbang Pemurus Dalam
apahabar.com

Tak Berkategori

Polres Banjar Masih Lakukan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana Pemilu Camat Aluh-Aluh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com