Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Harga Emas Menguat, Greenback Melemah Imbas Kesaksian Powell

Harga emas menguat sekitar satu persen pada akhir perdagangan Selasa (11/1) atau Rabu pagi WIB. Penguatan harga emas dunia,
- Apahabar.com     Rabu, 12 Januari 2022 - 07:13 WITA

Harga Emas Menguat, Greenback Melemah Imbas Kesaksian Powell

Ilustrasi - Harga emas batangan. Foto-Shutterstock via Antara/pri

apahabar.com, CHICAGO – Harga emas menguat sekitar satu persen pada akhir perdagangan Selasa (11/1) atau Rabu pagi WIB.

Penguatan harga emas dunia, imbas dolar tergelincir setelah kesaksian Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell di depan Kongres tidak menimbulkan kejutan dalam hal pengetatan moneter, sementara penurunan dalam imbal hasil obligasi juga memberikan dukungan.

Melansir Antara, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 19,7 dolar AS atau 1,1 persen menjadi ditutup pada 1.818,50 dolar AS per ounce. Harga emas berjangka kembali di atas level 1.800 dolar AS, setelah pekan lalu mencatat penurunan mingguan sekitar 1,7 persen, terbesar sejak pekan yang berakhir 26 November.

Pada sidang konfirmasi untuk masa jabatan empat tahun kedua sebagai Ketua Federal Reserve di Kongres pada Selasa (11/1), Jerome Powell dengan jujur ​​​​mengakui bahwa inflasi yang tinggi akan bertahan hingga pertengahan tahun 2022, dan The Fed akan bertindak jika diperlukan untuk mengendalikan kenaikan harga dan harus menaikkan suku bunga lebih banyak jika inflasi tinggi berlanjut.

Powell juga mengatakan bahwa bank sentral dapat mendinginkan inflasi tanpa merusak pasar tenaga kerja. Ia mencatat bahwa para pembuat kebijakan masih memperdebatkan pendekatan untuk mengurangi neraca Fed dan mengatakan inflasi berjalan sangat jauh di atas target dan itu “jalan panjang” untuk apa pun yang dekat dengan kebijakan restriktif.

“Fakta bahwa Powell tidak lebih hawkish dari yang diperkirakan mungkin sedikit meredakan pasar emas,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Menyusul pernyataan Powell, dolar turun 0,4 persen terhadap sekeranjang mata uang utama pesaingnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan mundur dari tertinggi baru-baru ini.

Emas sering dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Harga emas naik karena reli imbal hasil obligasi berhenti ketika Ketua Fed Powell mengisyaratkan Fed kemungkinan akan mulai menormalkan kebijakan tahun ini,” Analis Pasar Senior OANDA, Ed Moya, menulis dalam sebuah catatan.

“Semakin lama emas bertahan di atas 1.800 dolar AS, semakin terganggu harga jualnya.”

Fokus sekarang bergeser ke data indeks harga konsumen (IHK) inti AS yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat, yang diperkirakan telah meningkat sebesar 5,4 persen secara tahunan pada Desember dari 4,9 persen di bulan sebelumnya.

Peter Mooses, ahli strategi pasar senior di RJO Futures mengatakan ketidakpastian ekonomi terkait dengan pandemi dan volatilitas di pasar yang lebih luas juga tampaknya membantu aset safe-haven emas.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 35 sen atau 1,56 persen, menjadi ditutup pada 22,812 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 39,6 dolar AS atau 4,24 persen, menjadi ditutup pada 973,2 dolar AS per ounce.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Luas Lahan Sawah Indonesia Terverifikasi 7,4 Juta Ha

Ekbis

Luas Lahan Sawah Indonesia Terverifikasi 7,4 Juta Ha
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, Kawasan Ekonomi China Jadi Sepi
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 di India Tembus 2,5 Juta
apahabar.com

Ekbis

Pasar Khawatir Covid-19 Kembali Meningkat, IHSG Awal Pekan Diprediksi Turun
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 Turun, Singapura Longgarkan Pembatasan Sosial Tahap Dua 19 Juni
Merck

Internasional

Studi: Obat Molnupiravir Buatan Merck Efektif Lawan Corona
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Bulog Jamin Stok Bapok Kalsel Aman
apahabar.com

Ekbis

Kunjungan Wisata di Kalsel Naik, Ini Faktanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com