Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Harga Minyak Tergelincir di Bawah USD 78 Imbas Penyebaran Omicron

Banyak sekolah AS yang biasanya akan menyambut siswa kembali ke ruang kelas pada hari Senin menunda tanggal mereka memulia belajar mengajar.
- Apahabar.com     Selasa, 4 Januari 2022 - 09:18 WITA

Harga Minyak Tergelincir di Bawah USD 78 Imbas Penyebaran Omicron

Ilustrasi minyak. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak tergelincir di bawah USD 78 per barel pada perdagangan Senin karena OPEC+ tampaknya akan menyetujui peningkatan produksi minyak lebih lanjut.

Selain itu, kekhawatiran tetap ada tentang dampak permintaan dari meningkatnya kasus virus corona, meskipun ada harapan pemulihan lebih lanjut pada 2022. OPEC dan sekutunya, atau OPEC+, diperkirakan akan menyetujui kenaikan produksi minyak.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa (4/1) harga minyak mentah Brent turun 42 sen atau 0,5 persen menjadi USD 77,36 per barel, setelah sebelumnya naik setinggi USD 79,05.
Sedangakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 52 sen atau 0,7 persen menjadi USD 74,69.

Varian Omicron telah membawa rekor jumlah kasus dan mengurangi perayaan Tahun Baru di seluruh dunia, dengan lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu.

“Tingkat infeksi meningkat secara global, pembatasan diberlakukan di beberapa negara, sektor perjalanan udara, antara lain, menderita, namun optimisme investor nyata,” kata Tamas Varga dari broker minyak PVM.

“Singkatnya, 2021 menunjukkan bahwa perang melawan virus corona adalah perang yang dapat dimenangkan meskipun jalan menuju kemenangan ‘diaspal’ dengan tikungan dan belokan yang tidak terduga,” kata dia

Banyak sekolah AS yang biasanya akan menyambut siswa kembali ke ruang kelas pada hari Senin menunda tanggal mereka memulia belajar mengajar.
Prediksi Harga Minyak

Minyak memperoleh beberapa dukungan di awal sesi dari pemadaman di Libya. Produksi minyak akan dipotong 200.000 barel per hari selama seminggu karena pemeliharaan pipa.

Tahun lalu, Brent naik 50 persen, didorong oleh pemulihan global dari pandemi COVID-19 dan pengurangan pasokan OPEC+, bahkan ketika infeksi mencapai rekor tertinggi di seluruh dunia.
Namun demikiain, beberapa analis melihat lebih banyak keuntungan untuk harga minyak pada 2022 ini.

“Harga minyak mentah dan produk minyak harus mendapat manfaat dari permintaan minyak yang bergerak di atas level 2019. Kami memperkirakan Brent akan naik ke kisaran USD 80–USD 90 pada tahun 2022,” tutup sebuah laporan dari analis UBS termasuk Giovanni Staunovo.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Aturan Pelintasan WNA Dievaluasi Berkala
bom

Nasional

10 Fakta Bom Bunuh Diri di Makassar
Menaker

Nasional

Menaker Sebut Tripartit Kunci Kelangsungan Usaha dan Bekerja di Masa Pandemi
apahabar.com

Nasional

Lagi, Anggota KPPS Meninggal Dunia Akibat Kelelahan
apahabar.com

Nasional

Geger Dentuman Misterius di Bandung, BMKG Buka Suara
apahabar.com

Nasional

Kemarin, 1.948 Jemaah Umrah Batal Berangkat
apahabar.com

Nasional

Update Virus Corona: 1.016 Korban Meninggal, 42.638 Terinfeksi di China
apahabar.com

Nasional

Jokowi Hitung Mundur Jalan Sehat: Lima, Empat, Tiga, Satu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com