Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Heboh Varian Baru Deltacron, Berasal dari Kesalahan Lab?

Mengutip CNBC International, Bloomberg News melaporkan jenis corona ini menemukan jenis virus corona yang menggabungkan varian Delta dan Omicron.
- Apahabar.com     Selasa, 11 Januari 2022 - 14:24 WITA

Heboh Varian Baru Deltacron, Berasal dari Kesalahan Lab?

Ilustrasi Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Varian baru Covid-19 ditemukan kembali. Mengutip CNBC International, Bloomberg News melaporkan jenis corona ini menemukan jenis virus corona yang menggabungkan varian Delta dan Omicron.

Setidaknya ada 25 orang terdeteksi. Kasus awal ditemukan para peneliti di Siprus.

Meski demikian, pakar kesehatan global meragukan kemungkinan mutasi ini. Kemungkinan “strain” adalah hasil dari kesalahan pemrosesan laboratorium.

Ini dikatakan pakar Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Krutika Kuppali di Twitter. Dalam kasus ini, kemungkinan ada kontaminasi laboratorium dari fragmen Omicron dalam spesimen Delta.

“Jangan gabungkan nama penyakit menular dan serahkan saja (penggabungan itu) ke pasangan selebriti,” sindirnya dikutip CNBC International, Selasa (11/1/2022).

Hal senada juga diyakini ilmuwan lain dari Imperial College London, Dr Tom Peacock. Urutan Deltacron Siprus, tegasnya, jelas merupakan kontaminasi.

“Beberapa dari kita telah melihat urutannya dan sampai pada kesimpulan yang sama bahwa itu tidak terlihat seperti rekombinan nyata,” jelasnya mengacu pada kemungkinan penataan ulang materi genetik.

Sementara itu, Profesor Ilmu Biologi Universitas Siprus Leondios Kostrikis yang pertama menyakini Deltacron mengatakan apa yang ditemukannya bukan kesalahan teknis. Ia berdalih, ada tekanan evolusioner pada ‘galur leluhur’ untuk memperoleh mutasi dan bukan hasil peristiwa rekombinasi.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Siprus Michael Hadjipantela mengaku mewaspadai Deltacron. Tapi, ini bukan sesuatu yang harus ditakuti berlebihan. Meski ada perbedaan goal ini, ia mengatakan bangga penelitinya menemukan Deltacron.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Malaysia

Internasional

Perbatasan Dibuka, Malaysia Cabut Larangan Berpergian Warganya
Hamas

Internasional

Setelah 11 Hari Pertempuran, Gencatan Senjata Hamas-Palestina Dimulai
apahabar.com

Internasional

Sowan ke Menlu China, Luhut Bahas Kerja Sama Hadapi Covid-19

Ekbis

Jelang Data Inflasi Utama AS, Saham Asia Tergelincir

Internasional

Biden Serukan Taliban Penuhi Janji-janji Usai Tentara AS Ditarik
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 Turun, Moskow Longgarkan Karantina Wilayah
Meghan Markle

Hiburan

Blak-blakan Meghan Markle, Ungkap Sisi Buruk Kerajaan Inggris
apahabar.com

Internasional

Presiden Jokowi hadiri KTT ASEAN-PBB dan KTT RCEP Secara Virtual
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com