Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin  Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin

Hindari Pertumpahan Darah di Ukraina, Inggris Minta Putin ‘Mundur’

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta Presiden RusiaVladimir Putin untuk mundur dari konflik perbatasan Ukraina.
- Apahabar.com     Sabtu, 29 Januari 2022 - 12:07 WITA

Hindari Pertumpahan Darah di Ukraina, Inggris Minta Putin ‘Mundur’

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto-istimewa

apahabar.com, Jakarta – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta Presiden RusiaVladimir Putin untuk mundur dari konflik perbatasan Ukraina.

Hal tersebut disampaikan juru bicara kantor pemerintahan Johnson, Downing Street, tanpa mendetailkan waktu pembicaraan Boris Johnson bersama Vladimir Putin.

“PM Johnson akan menekankan alasan Rusia harus mundur dan menggunakan cara diplomasi saat dia berbicara dengan Presiden Putin pekan ini,” kata mereka seperti dilansir AFP.

Downing Street juga mengatakan Johnson bertekad mempercepat upaya diplomatik untuk menghindari pertumpahan darah di Eropa.

Johnson juga disebut akan mengunjungi wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Pekan ini, Johnson sempat memperingatkan sanksi Barat terhadap Rusia ‘bakal lebih berat dari apapun’ yang terlihat sebelumnya jika Moskow memutuskan menginvasi Ukraina.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB, termasuk Inggris, akan mengadakan rapat umum pada Senin (31/1) untuk membahas tensi Ukraina.

Hubungan Rusia dan negara Barat berada di titik terburuk sejak Perang Dingin. Hubungan keduanya memanas setelah Moskow memutuskan menempatkan ribuan pasukan mereka di perbatasan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, juga sempat mengatakan Rusia terancam masuk dalam situasi yang sangat ‘berbahaya’ bila menyerang Ukraina.

“Invasi hanya akan berujung pada situasi berbahaya dan kematian, seperti di perang Soviet-Afghanistan dan konflik di Chechnya,” kata Truss, seperti dikutip AFP.

Truss juga memperingatkan invasi Rusia dapat membawa “konsekuensi berat” dalam bentuk sanksi negara Barat di sektor finansial dan individu.

Inggris merupakan salah satu negara Barat yang mengirimkan senjata mematikan, seperti rudal anti-tank, ke Ukraina.

“Kami telah mengambil keputusan untuk mendukung Ukraina dengan sistem senjata pertahanan anti-armour ringan,” kata Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, seperti dikutip dari Reuters.

Mengikuti AS, Inggris kerap menekan Rusia agar tak menyerang Kiev.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Zikri Daulay

Tak Berkategori

Respons Santai Zikri Daulay Usai Dijodohkan dengan Larissa Chou
Dieare

Tak Berkategori

Cegah Diare Pascabanjir Banjar, Air Sumur di Pengaron Diperiksa
Adaro

Tak Berkategori

Berkah dari China Harga Batu Bara Naik 2,5 Persen Pekan Lalu
Klaster Masjid

Tak Berkategori

Muncul Klaster Masjid di Balikpapan, Pemkot Langsung Tetapkan Zona Merah
Nissa Sabyan

Tak Berkategori

Lirik Lagu Terbaru Nissa Sabyan Berjudul Maha Kasih Ciptaan Ayus
apahabar.com

Tak Berkategori

Bebas Murni, Nazaruddin Mengaku Akan Bangun Pesantren dan Masjid
BMKG

Kalteng

Resmi, Kalteng Siaga Darurat Bencana Karhutla

Tak Berkategori

Judi Sabung Ayam Marak di HST, Polisi Susun Strategi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com