Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih Kisruh Wali Kota Vs Eks Direktur PDAM Bandarmasih, Sukro: Segerakan Penyertaan Modal! Banjir Mengancam, Jembatan-Jembatan Bertanda Silang di Banjarmasin Mau Diapakan? Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto

Indonesia Ambil Alih Kendali Udara Natuna dari Singapura

Kendali udara (FIR) di Kepulauan Riau termasuk Natuna kini diambil alih Indonesia dari Singapura. Pengambil-alihan FIR tersebut melalui perjanjian kesepakatan bersama dengan pemerintah Singapura.
- Apahabar.com     Selasa, 25 Januari 2022 - 20:33 WITA

Indonesia Ambil Alih Kendali Udara Natuna dari Singapura

Presiden Jokowi dan PM SIngapura Lee Hsien Loong umumkan kesepakatan soal kendali udara di Natuna. Foto-Arsip biro foto setpres.

apahabar.com, JAKARTA – Kendali udara (FIR) di Kepulauan Riau termasuk Natuna kini diambil alih Indonesia dari Singapura. Pengambil-alihan FIR tersebut melalui perjanjian kesepakatan bersama dengan pemerintah Singapura.

Dengan demikian, ruang lingkup FIR Jakarta akan meliputi seluruh teritorial Indonesia.

“Selama penandatanganan FIR (ruang kendali udara) maka ruang lingkup FIR Jakarta akan melingkupi seluruh teritorial Indonesia terutama Natuna dan Riau,” ujar Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam konferensi pers daring di akun YouTube Sekretariat Presiden, dilansir CNN Indonesia, Selasa (25/1).

Mulanya FIR di Kepulauan Riau dan Bintan dikuasai Singapura, sehingga jika ingin melintasi wilayah udara tersebut harus melalui izin negara-kota itu. Setelah diambil alih Indonesia, FIR sepenuhnya dikelola Jakarta.

Selain FIR, Jokowi juga menyambut baik perjanjian ekstradisi dan sejumlah kerjasama kedua negara di bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Upaya negosiasi Indonesia dengan Singapura mengambil alih FIR sudah dilakukan sejak 1990-an hingga akhirnya bisa terwujud saat ini.

Ratusan Jet China Serbu Taiwan sampai Taliban Minta Bantuan
FIR Kepulauan Riau diketahui berada di bawah kendali Singapura pada Maret 1946. Negara-kota itu menguasai sekitar 100 mil atau sekitar 160 kilometer laut wilayah udara Indonesia.

Keputusan itu diambil melalui International Civil Organization, karena Jakarta saat itu belum memiliki kompetensi dari berbagai aspek di usianya yang baru menginjak satu tahun merdeka.

Salah satu implementasi penguasaan FIR oleh Singapura adalah saat penerbang TNI AU harus mengantongi izin dari menara kendali penerbangan Bandara Internasional Changi untuk bisa lepas-landas atau mendarat hingga menentukan rute, bahkan ketinggian dan kecepatan.

Ruang udara di Batam dan Natuna adalah bagian dari FIR Blok A. Selain itu, terdapat pula Blok B dan C yang berada di atas perairan Natuna.

Sektor A mencakup wilayah udara di atas 8 kilometer sepanjang Batam dan Singapura. Sektor B mencakup kawasan udara di atas Tanjung Pinang dan Karimun.

Sementara itu, sektor C yang berada di wilayah udara Natuna dibagi menjadi dua, Singapura mengendalikan di atas 24.500 kaki, dan Malaysia di bawah 24.500 kaki.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksin

Nasional

Indonesia Terima Tambahan 45 Juta Dosis Vaksin pada Agustus
apahabar.com

Nasional

Jenderal AS Sebut Roket Iran Bertujuan Bunuh Personel AS
rawan bencana

Nasional

Warning! RI Peringkat Tertinggi Negara Rawan Bencana
apahabar.com

Nasional

Ditawari Jadi Bos di BUMN, Ahok Mengaku Siap
Indonesia

Nasional

Tahun Baru Islam, Presiden: Patuh Prokes Cerminan Semangat Hijrah
Polisi

Nasional

Legislator asal Kalsel Dorong Menlu Sikapi Krisis Myanmar

Nasional

SBY Ajak Jokowi Bangun Peradaban, Singgung Hukum hingga Toleransi
apahabar.com

Nasional

Jawa-Banten-DKI Padam Listrik 7 Jam, Ini Penjelasan Plt Dirut PLN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com