Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Insiden BPK di Sutoyo Banjarmasin Bukti Lemahnya Perda Damkar

Belum ada sanksi bagi relawan BPK yang kerap melanggar aturan zonasi.
- Apahabar.com     Minggu, 9 Januari 2022 - 18:31 WITA

Insiden BPK di Sutoyo Banjarmasin Bukti Lemahnya Perda Damkar

Dua remaja koma, dan dua lainnya luka-luka usai kecelakaan yang melibatkan mobil BPK di Sutoyo, Banjarmasin. apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – Insiden mobil barisan pemadam kebakaran (BPK) di Jalan Sutoyo sekali lagi membuktikan lemahnya regulasi penanggulangan bencana Banjarmasin.

Plt Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin Misranuddin angkat bicara soal insiden yang membuat empat warga luka-luka itu. Dalam perspektifnya, tentu saja itu kesalahan relawan.

Pria yang akrab disapa Jeck mengakui regulasi BPK masih terbilang semrawut. Kendati, menurutnya Pemkot belum bisa berbuat banyak.

“Perda 13/2008 hanya mengatur zonasi. Sementara itu tidak ada sanksi apapun yang diatur dalam peraturan itu,” katanya.

Yang Mesti Dilakukan Setelah Insiden BPK di Sutoyo Banjarmasin

Dia lantas kecewa. Padahal menurutnya, beragam sosialisasi sudah acap kali dilakukan.

Namun para relawan masih juga tak mengerti. Mereka masih saja kerap melanggar aturan soal zonasi.

Termasuk BPK Gadang. Mereka yang notabene BPK di wilayah tengah ikut mengejar kebakaran yang menghanguskan dua bangunan di Banjarmasin Barat.

Kendala telah disahkan DPRD 13 September silam, Dinas Damkar hingga sekarang masih berada di bawah komando Dinas Satpol PP.  Penyusunan aturan pun tak leluasa dilakukan.

“Insya Allah jika nanti sudah jadi dinas tersendiri, maka semua aturan turunan dari Permendagri Nomor 122/2018 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Pemadam Kebakaran akan kita lakukan,” katanya.

“Aturan ini dibuat untuk keselamatan bersama,” sambungnya.

Selain itu, jika memang Damkar menjadi dinas tersendiri, pihaknya juga berencana untuk membangun 17 pos di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin, sesuai Permen PU Tahun 2012.

“Kita akan buat,” pungkasnya.

Pemerintah tak boleh lepas tangan di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin Rob

Banjarmasin

Banjarmasin Dibayangi Banjir Rob 2,5 Meter, Duh BPBD Tak Punya Anggaran
Banjarmasin

Banjarmasin

AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Banjarmasin

Tolak Kenaikan Biaya Meter Air PDAM Bandarmasih, Dewan Godok Perda Penyertaan Modal

Banjarmasin

Balai Karantina Banjarmasin Musnahkan Ratusan Gram Benih Tanaman Ilegal dari 7 Negara
Satpol PP Banjarmasin

Banjarmasin

Pemilik Bando Klaim Pembongkaran Tak Berizin, Satpol PP Banjarmasin: Ada Surat Tugas
JBG

Banjarmasin

Bulan Ini, 5 JBG di Ahmad Yani dan Veteran Banjarmasin Dibongkar
Cuaca Kalsel

Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini, BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Puar Junaidi

Banjarmasin

Pembubaran Massa di Siring Banjarmasin, Polisi Resmi Naikkan Kasus Puar Cs
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com