Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Insiden BPK di Sutoyo Banjarmasin, Wali Kota Teringat Tragedi Oktavia

Wali Kota Ibnu Sina menyesalkan terjadinya lagi insiden mobil barisan pemadam kebakaran (BPK).
- Apahabar.com     Kamis, 6 Januari 2022 - 23:03 WITA

Insiden BPK di Sutoyo Banjarmasin, Wali Kota Teringat Tragedi Oktavia

Sebuah mobil BPK menabrak 2 pemotor dari arah berlawanan saat hendak memadamkan api di Pelambuan, Banjarmasin. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Wali Kota Ibnu Sina menyesalkan terjadinya lagi insiden mobil barisan pemadam kebakaran (BPK).

Wali kota dua periode ini pun kembali teringat tragedi yang merenggut nyawa Oktavia, Mei 2021 lalu.

“Kan sudah ada juga efek jera kemarin, dan ini kejadian lagi. Ya perlu ditindak,” ujar Ibnu kepada apahabar.com Kamis (6/1).

Sekali lagi, Ibnu menegaskan bahwa armada BPK yang hendak menanggulangi kebakaran wajib mengutamakan keselamatan.

“Kami sudah sampaikan ke Satpol PP dan Damkar untuk kembali mengingatkan yang menolong orang, BPK, Damkar semua relawan untuk mengedepankan keselamatan diri dan orang lain,” tuturnya.

Ibnu menyampaikan bahwa batas zona BPK mesti dilaksanakan. Ke depan, pihaknya bakal memetakan kembali pembagian wilayah BPK sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 tahun 2008.

Damkar, lanjut dia, akan menjadi instansi atau dinas tersendiri, terlepas dari Satpol PP Banjarmasin. Pejabat eselon II yang akan menduduki pucuk pimpinannya.

“Karena sudah pernah itu, tapi dalam pelaksanaannya minimal Balakar bisa membina yang ada di Banjarmasin, khususnya BPK swasta mandiri,” ucapnya.

Sebetulnya, bagi Ibnu aturan zonasi wilayah BPK di ibu kota sudah bisa diterapkan. Damkar harus segera melakukan konsolidasi untuk mengambil kembali komitmen bersama BPK.

“Kemarin kan diproses hukum, kita tidak ingin juga ini sebuah perbuatan yang mencelakakan orang lain,” ujarnya.

Atas itulah, Ibnu berharap tabrakan armada BPK tidak terulang kembali. Mengingat nyawa manusia yang dipertaruhkan.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan BPK bukan kali pertama terjadi. Mei 2021, Oktavia tewas ditabrak sebuah mobil BPK di penyeberangan jalan, Jalan Ahmad Yani, Km 5 Banjarmasin.

Sementara, sampai malam ini dua remaja perempuan terbaring koma usai insiden di Sutoyo, Banjarmasin, Rabu (5/1) siang.

Sopir BPK yang melaju kencang di arah berlawanan tepat di depan Royal Biliar juga membuat seorang anak dan pria paruh baya luka-luka. Sebuah gapura, dan garasi rumah warga peot.

Usai diperiksa kesehatannya, polisi langsung menahan Ahmad Dharmawan. Sore tadi, sopir senior BPK ini telah ditetapkan tersangka.

Atas kelalaiannya, penyidik mengenakan Darmawan pasal 310 ayat 3 dan 2, UU 22/2009. Ancaman penjara 5 tahun dan denda Rp10 juta.

Berangnya Waketua DPRD Banjarmasin di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Amuntai

Kalsel

BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah
Sengketa

Kalsel

Sengketa Jual Beli Kapal Tunda Bergulir di PN Banjarmasin
Tanah Bumbu

Kalsel

Kasus Jasad Tergantung di Tanah Bumbu, Keluarga Datangi Polda Kalsel
PSU Pilgub Kalsel

Kalsel

Zakat Jelang PSU Pilgub Kalsel, Gerindra: Kami Butuh Tindakan, Tak Sekadar Imbauan!
Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Positif 13 Orang, Sembuh 9

Kalsel

Bakal Bangun Kantor Baru Sekda Tapin
apahabar.com

Kalsel

Masa Jabatan Berakhir, Bupati Banjar Ogah Perpanjang Masa Jabatan Teguh Imanullah Sebagai Dirut PD Baramarta
apahabar.com

Kalsel

KLHK: Tata Kelola Hutan di Kalteng Tak Hambat Pembangunan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com