Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Jamur Tai Sapi, Jamur Pemicu Halusinasi Masuk Kategori Narkotika

Jamur tai sapi memiliki nama unik karena menunjukkan tempatnya berkembang biak yaitu di kotoran sapi atau kerbau.
- Apahabar.com     Jumat, 7 Januari 2022 - 16:59 WITA

Jamur Tai Sapi, Jamur Pemicu Halusinasi Masuk Kategori Narkotika

Jamur Tai Sapi atau Magic Mushroom Membuat Penggunanya Berhalusinasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Yarygin

apahabar.com, JAKARTA – Meski bisa dikonsumsi, tetapi jamur tai sapi tidak disarankan karena memicu halusinasi. Jamur ini bahkan tergolong narkotika yang penjualan dan konsumsinya sudah termasuk tindak kriminal.

Jamur tai sapi memiliki nama unik karena menunjukkan tempatnya berkembang biak yaitu di kotoran sapi atau kerbau. Nama latin jamur tai sapi adalah Psilocybin mushrooms atau Magic mushroom.

Mengutip situs Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga, jamur tai sapi dulunya digunakan sebagai persembahan dalam upacara suku Aztec di Amerika Serikat. Jamur ini tergolong jamur liar yang mengandung zat kimia alami bernama psilosibin.

Zat psilosibin berbahaya karena bisa memicu halusinasi dan menyebabkan ketergantungan. Efek halusinasinya bahkan tingkat tinggi, sesuai dengan situasi psikologis seseorang saat mengonsumsinya.

Pengguna jamur tai sapi, misalnya, tidak berhenti tertawa karena melihat orang di sekitarnya memiliki bentuk yang unik. Ada juga yang menganggap dirinya menjadi barang sehingga ia bersikap seperti barang yang dipikirkannya.

Jamur Tai Sapi, Jamur Pemicu Halusinasi yang Tergolong NarkotikaJamur Tai Sapi atau Magic Mushroom Membuat Penggunanya Berhalusinasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Yarygin

Selain halusinasi, konsumsi jamur tai sapi juga menyebabkan seseorang alami distorsi ruang dan waktu. Pengguna nantinya tidak mampu membedakan mana khayalan dan kenyataan, begitu juga dengan ketidakmampuan membedakan siang dan malam.

Mengutip Very Well Mind, efek jamur tai sapi biasanya hilang dalam 6-12 jam. Namun penggunanya dapat mengalami perubahan kepribadian dan kilas balik jangka panjang setelah minum obat.

Selain halusinasi, efek jangka pendek konsumsi jamur tai sapi adalah emosi yang tidak menentu. Mengutip situs BNN Kabupaten bogor, jamur tai sapi membuat emosi pengguna benar-benar tidak bisa diprediksi. Hal ini bisa membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitar pengguna.

Dalam jangka panjang, konsumsi jamur tai sapi bisa menyebabkan kerusakan organ dalam dan bahkan kematian. Karenanya peredaran jamur ini dilarang keras.

Di Indonesia, peredaran jamur tai sapi sudah termasuk tindak kriminal. Larangan ini tercantum dalam UU Narkotika No. 35 Tahun 2009. Efek yang ditimbulkan sudah dimasukkan sebagai narkotika golongan satu seperti ganja, heroin, dan kokain.

Jamur tai sapi biasanya dikeringkan atau dimakan dalam kondisi mentah. Beberapa orang bahkan mencampurkan jamur tai sapi ke dalam masakan atau minuman. Pada kasus lain, pengedar jamur tai sapi mengolah jamur ini sebagai bubuk untuk dihisap.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Pesangon Rp318 Miliar Tak Kunjung Cair, Pilot Merpati Surati Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Diperkirakan Puncak Panen Beras Capai 5,62 Juta Ton
apahabar.com

Nasional

Sidang Eksepsi Rizieq Shihab, Muncul Ketegangan Saat Kuasa Hukum Ingin Masuk
apahabar.com

Nasional

Sosok Mendiang George Toisutta di Mata Gatot dan Prabowo
apahabar.com

Nasional

NU Siap Isi Posisi Menteri Strategis Kabinet
Megawati

Nasional

Megawati Suka Nangis karena Presiden Jokowi Kerap Dikritik Tidak Beretika
apahabar.com

Nasional

Membanggakan, Dokter Praktik Mandiri Terbaik Indonesia Ada di Balangan
apahabar.com

Nasional

1.180 Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Sembuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com