Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih Kisruh Wali Kota Vs Eks Direktur PDAM Bandarmasih, Sukro: Segerakan Penyertaan Modal! Banjir Mengancam, Jembatan-Jembatan Bertanda Silang di Banjarmasin Mau Diapakan? Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto

Jangan Menyepelekan Gejala Ringan Varian Omicron

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala ringan varian Omicron, karena rendahnya angka kasus Covid-19 bisa jadi merupakan akibat dari kurangnya testing dan tracing per daerah.
- Apahabar.com     Sabtu, 29 Januari 2022 - 18:32 WITA

Jangan Menyepelekan Gejala Ringan Varian Omicron

Kemenkes menyebut seringkali masyarakat enggan memeriksakan gejala flu dengan tes Covid karena dianggap akan hilang sendiri. Foto-CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala ringan varian Omicron, karena rendahnya angka kasus Covid-19 bisa jadi merupakan akibat dari kurangnya testing dan tracing per daerah.

“Karena kecenderungan kasus yang tidak bergejala atau yang gejalanya ringan. Ini bukan menjadi satu dorongan masyarakat untuk mau melakukan pemeriksaan,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi virtual MNC Trijaya yang bertajuk ”Menahan Gelombang Omicron”, kutip CNNIndonesia, Sabtu (29/1).

Karena Omicron sendiri memiliki gejala-gejala ringan yang sangat mirip dengan flu biasa, seringkali masyarakat enggan memeriksa dengan tes Covid karena dianggap akan hilang sendiri.

“Karena mereka merasa ‘ah, cuma batuk pilek’. Apalagi kalau dia hilang sendiri ya tiga-empat hari, padahal mungkin dia adalah Covid. Nah penularan yang terjadi di masa itu sudah berapa banyak, ditambah apalagi dengan Omicron tadi, bahwa penularannya terjadi sangat cepat,” kata Sti.

Ia merasa bahwa penurunan kasus positif Covid bisa saja terjadi karena tracing dan testing pun menurun.

“Tentunya evaluasi PPKM yang terus kita lakukan, kalau kita lihat DKI Jakarta kemarin sempat 2 minggu yang lalu sempat berada pada level 2, dikarenakan tracing-nya yang sedikit menurun. Kemudian sekarang sudah ada meningkat lagi jumlahnya. Kita bisa lihat dari jumlah kasus yang terdeteksi,” jelas Siti.

Siti mengatakan bahwa di daerah-daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali yang masih rendah angka kasus Covid-19 juga perlu meningkatkan kapasitas tracing dan mendorong masyarakat bergejala melakukan testing.

“Artinya seperti Jogjakarta, kasusnya masih rendah, Bali masih rendah. Tapi kapasitas untuk tracingnya belum maksimal, nah ini yang harusnya perlu didorong. Karena bisa saja kasusnya jauh lebih banyak,” tutur Siti.

Ia berharap tracing dan testing di semua daerah dapat ditingkatkan agar pola penyebaran Covid-19 varian Omicron bisa semakin terdeteksi.

“Karena bisa saja tadi ya karena polanya tidak bergejala tadi, jadi memang suatu kesempatan yang luar biasa pada saat kita menemukan kasus positif memaksimal tracing-testing,” ujar Siti.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Meski Cuaca Panas, WNI di India Tetap Antusias Coblos Surat Suara
Kangen Band

Nasional

Andika Eks Kangen Band Tak Percaya Mantan Istri Dibekuk karena Narkoba
apahabar.com

Nasional

Rencana Pengerahan Massa di Monas 19 April, PMJ: Belum Berizin
apahabar.com

Nasional

Selasa Siang, Prabowo Tertinggal Tiga Juta Suara Berdasar Situng KPU
apahabar.com

Nasional

Dua Tewas dari Kecelakaan Bus Kramat Jati Jakarta-Surabaya
apahabar.com

Nasional

Bahas Ratifikasi IA-CEPA, Jokowi Akan Berkunjung ke Australia
Gisel

Nasional

Gisel Berharap Kasus Video Syur Tak Ganggu Psikologis Gempita

Nasional

Selama 7 Bulan, 6.248 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com