[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Jokowi Terbitkan Perpres Distribusi dan Harga Jual BBM Premium

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menetapkan aturan mengenai distribusi dan harga jual bahan bakar minyak jenis RON 88 atau premium.
- Apahabar.com     Minggu, 2 Januari 2022 - 23:52 WITA

Jokowi Terbitkan Perpres Distribusi dan Harga Jual BBM Premium

Presiden Jokowi telah meneken Perpres Nomor 117 Tahun 2021 yang mengatur soal distribusi dan penjualan BBM. Foto-Ilustrasi/CNN Indonesia/Andry Novelino

apahabar.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menetapkan aturan mengenai distribusi dan harga jual bahan bakar minyak jenis RON 88 atau premium.

Dengan demikian wacana penghapusan BBM jenis premium sejauh ini belum terbukti lewat diterbitkannya Perpres Nomor 117 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Perpres 117/2021 itu yang disahkan pada 31 Desember 2021.

Menurut beleid tersebut, tujuan pemerintah menetapkan PP adalah demi menurunkan emisi gas buang kendaraan bermotor, mengoptimalkan penyediaan, dan pendistribusian bahan bakar minyak di seluruh wilayah Indonesia.

Sejumlah aturan Keppres Nomor 191 Tahun 2014 yang diubah adalah Pasal 3 untuk ayat (3) dan ayat (4) dan penambahan Pasal 21 B serta pasal 21C, antara lain mengatur: Jenis BBM Khusus Penugasan adalah BBM jenis bensin RON minimum 88, yaitu premium untuk didistribusikan di wilayah penugasan yang meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (ayat 2 dan 3).

Menteri dapat menetapkan perubahan jenis BBM khusus penugasan serta wilayah penugasan berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin menteri yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang perekonomian.

Aturan ini mengubah wilayah penugasan untuk distribusi premium pada Keppres 191 Tahun 2014 yang dikecualikan di tujuh wilayah yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali sehingga saat ini tidak ada lagi pengecualian wilayah penugasan distribusi premium.

Perubahan lain adalah terkait komposisi dan formula harga yaitu di antara Pasal 21A dan Pasal 22 disisipkan 2 pasal, yakni Pasal 218 dan Pasal 21C.

Pasal 21B ayat (1) menyebutkan dalam rangka mendukung energi bersih dan ramah lingkungan, jenis bensin RON 88 yaitu premium yang merupakan 50 persen dari volume jenis bensin RON (90), yaitu pertalite disediakan dan didistribusikan oleh badan usaha penerima penugasan diberlakukan sebagai jenis BBM khusus penugasan sejak 1 Juni 2021 sampai ditetapkan oleh menteri.

Tujuannya adalah untuk mendukung energi bersih dan ramah lingkungan.

Selanjutnya ditambahkan Pasal 21 B ayat (2) yang mengatur mengenai formula harga dasar, harga indeks pasar, dan harga jual eceran bahan bakar minyak jenis RON 88 (premium) sebagai komponen bahan bakar minyak pembentuk jenis bensin RON 90 mengacu pada ketentuan jenis RON 88 sebagai jenis BBM khusus penugasan.

Nantinya badan pengatur yang melakukan verifikasi volume jenis BBM Khusus Penugasan (ayat 3) sedangkan pemeriksaan dan/ataur reviu perhitungan volume premium dilakukan auditor yang berwenang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan/atau reviu perhitungan auditor tersebut, menteri keuangan menetapkan kebijakan pembayaran kompensasi setelalh berkoordinasi dengan Menteri ESDM dan Menteri BUMN (ayat 5).

Lansir dari CNNIndonesia.com, kebijakan pembayaran kompensasi sebagaimana ayat 5 tersebut dilaksanakan sesuai kemampuan keuangan negara.

Terakhir, badan pengatur menetapkan penugasan kepada badan usaha penerima penugasan untuk penyediaan dan pendistribusian BBM Khusus Penugasan tersebut.

Dalam Pasal 21 C, Presiden Jokowi memandatkan Menteri ESDM untuk untuk menyusun dan menetapkan peta jalan BBM bersih dan ramah lingkungan, berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

150 Ribu Alat Tes Cepat Corona dari China Tiba di Tanah Air
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Dikabarkan Meninggal, Sang Adik Angkat Bicara
apahabar.com

Nasional

Serpihan Pesawat Twin Otter yang Hilang Ditemukan di Tebing Pegunungan Papua
apahabar.com

Nasional

Penghitungan Terbaru KPU di Kalsel, 4 Mei: 01 (35,94%) 02 (64,06%)
Gibran

Nasional

Survei: Gibran Putra Jokowi Unggul Telak, Bajo Cuma 4%
tabung oksigen

Nasional

Polisi Usut Penipuan Online Penjualan Tabung Oksigen
apahabar.com

Nasional

300 Anggota Jemaah Diisolasi di Masjid Kebon Jeruk
apahabar.com

Nasional

DPD RI Dukung Pembentukan Provinsi Baru di Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com