[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Kalah Cepat, Perusahaan Mobil Listrik Asal Jerman Keburu Diakuisisi BUMN Singapura

Indonesia Battery Corporation (IBC) batal mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman. Rencana tersebut telah didahului BUMN asal Singapura.
- Apahabar.com     Jumat, 7 Januari 2022 - 19:03 WITA

Kalah Cepat, Perusahaan Mobil Listrik Asal Jerman Keburu Diakuisisi BUMN Singapura

Menteri Investasi Bahlil Lahadalla. Foto-Antara.

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia Battery Corporation (IBC) batal mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman. Rencana tersebut telah didahului BUMN asal Singapura.

“BUMN Singapura beli tuh dan opsi itu sudah tidak lagi diberikan ke kita, sayang,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia kepada media di Jakarta, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (7/1).

Menurut Bahlil, perusahaan mobil listrik asal Jerman memiliki kualitas cukup bagus. Tak ayal, BUMN Singapura tertarik mengambil alih perusahaan itu.

“Saya tahu sudah diakuisisi oleh BUMN Singapura, coba cek, barang itu barang bagus, kita bilang ini rugi lah apa lah, belum kerja aja sudah bilang rugi,” ucap Bahlil.

Ia menampik isu modus penggelembungan harga alias mark-up dalam rencana IBC untuk mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman tersebut.

“Ada yang bilang bahwa ini terjadi mark-up, mark-up apaan, buktinya tuh transparan belinya,” kata Bahlil.

Bahlil justru menyayangkan sejumlah pihak yang skeptis dan curiga dengan rencana IBC untuk mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman.

Sekadar mengingatkan, IBC disebut-sebut akan membeli sebuah perusahaan mobil listrik asal Jerman. Namun, rencana tersebut mendapat banyak kritikan, salah satunya dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurutnya, IBC sebaiknya membuat kerja sama dengan pihak lain yang bisa membantu Indonesia mengembangkan mobil listrik sendiri. Terlebih, Indonesia punya bahan baku untuk membuat baterai listrik yang juga punya peranan penting dalam industri mobil listrik ke depan.

Selain itu, Indonesia juga punya keunggulan dari segi pasar yang diperkirakan mencapai 170 juta orang. Ahok percaya bisnis IBC akan lebih lancar jika bekerja sama dengan pihak yang mau membangun pabrik mobil listrik di dalam negeri.

“Saya tanya kenapa tidak ajak Wuling kerja sama yang sudah ada di Karawang? Ajak Hyundai kerja sama? Ya dong. Terus harus pakai besi pelat Krakatau Steel, itu sudah buat pelat yang baik,” ucap Ahok.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Rahasia Prof Ari

Nasional

7 Hari Sembuh dari Covid-19, Simak Rahasia Prof Ari
apahabar.com

Nasional

Belum Pilpres, BPN Prabowo-Sandi Sudah ‘Bagi-bagi Kursi’ Menteri
apahabar.com

Nasional

Temukan Ribuan Hoaks Covid-19, Menkominfo Kontak CEO Platform Media Digital
Bejat

Nasional

Bejat, Paman Gauli Keponakan Sejak SD Hingga Kini Hamil
apahabar.com

Nasional

Resmi, Jadwal Pengumuman SBMPTN Diundur Agustus 2020
apahabar.com

Nasional

Jubir Presiden: Perayaan Kemerdekaan RI Momentum untuk Bangkit
Jaksel

Nasional

Pengunjung Sidang Praperadilan Habib Rizieq di PN Jaksel Dibatasi
apahabar.com

Nasional

Habib Rizieq Tausiyah, Channel Front TV Sempat Kena Suspend
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com