Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin  Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin

Kasus ‘Jin Buang Anak’ dan ‘Macan Mengeong’, Edy Mulyadi Mangkir dari Panggilan Bareskrim

Berdalih pemanggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tak sesuai prosedur, Edy Mulyadi memilih mangkir.
- Apahabar.com     Jumat, 28 Januari 2022 - 14:32 WITA

Kasus ‘Jin Buang Anak’ dan ‘Macan Mengeong’, Edy Mulyadi Mangkir dari Panggilan Bareskrim

Edy Mulyadi. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Berdalih pemanggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tak sesuai prosedur, Edy Mulyadi memilih mangkir.

Kehadiran Edy hanya diwakili oleh tim kuasa hukumnya untuk mengantarkan surat permintaan penundaan pemeriksaan.

“Kami dari tim kuasa hukum Edy Mulyadi, hari ini beliau dipanggil tepatnya jam 10, kebetulan pak Edy Mulyadi tidak bisa hadir hari ini, ada halangan, jadi kami hari ini hanya mengantarkan surat untuk penundaan pemeriksaan kepada Mabes Polri,” kata Ketua Umum Tim Pembela Aqidah Islam (TPAI) Herman Kadir di Bareskrim Polri, dilansir CNN Indonesia, Jumat (28/1).

Disampaikan Herman, salah satu alasan ketidakhadiran Edy adalah karena pihaknya menilai proses pemanggilan yang tidak sesuai dengan KUHAP.

“Jadi kan itu minimal harus tiga hari, ini baru dua hari sudah ada pemanggilan, intinya itu sudah tidak sesuai dengan KUHAP. Kami minta itu diperbaiki lagi surat pemanggilan,” ucap Herman.

Di sisi lain, Herman mengklaim bahwa Edy bakal hadir dalam agenda pemeriksaan selanjutnya jika nantinya telah dijadwalkan oleh penyidik.

“Insya Allah hadir panggilan kedua,” ujarnya.

Sebagai informasi, kasus ini berkaitan dengan cuplikan video Edy Mulyadi yang sedang mempermasalahkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Edy juga menyindir Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai macan yang jadi mengeong.

Pernyataan Edy pun menjadi viral di media sosial. Ia pun dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) oleh Kader Partai Gerindra.

Tak hanya itu, Edy turut menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai tempat ‘jin buang anak’ sehingga menjadi aneh apabila ibu kota negara dipindahkan ke wilayah tersebut. Ia pun menyebut bahwa segmentasi orang-orang di Kaltim adalah ‘kuntilanak’ hingga ‘genderuwo’.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Wajib Masker

Nasional

Ringankan Beban Rakyat lewat Wajib Masker “Dari Pintu ke Pintu”
apahabar.com

Nasional

12.000 Personel TNI-Polri Siap Amankan Aksi Unjuk Rasa di Patung Kuda Jakarta
apahabar.com

Nasional

Demokrat Komentari Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Kapal Rute Surabaya-Balikpapan Terbakar, Ratusan Penumpang Berhasil Dievakuasi
Komite Keselamatan Jurnalis

Nasional

Komite Keselamatan Jurnalis: Usut Tuntas Penyekapan dan Penganiayaan Jurnalis Tempo
apahabar.com

Nasional

Demi Siram Toilet, Pelajar di Flores Rela Pikul Air 5 Km
apahabar.com

Nasional

Ke Sekumpul, Sandiaga Uno Berbaur Bersama Jemaah Lain
Tahun Baru Islam

Nasional

Menag Minta Tahun Baru Islam Dirayakan Secara Sederhana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com