Mantan Istri Ngadu ke BK, Anggota Dewan Telantarkan Istri di Balikpapan Surat Aduan Diskriminasi Upah dari Serikat Pekerja Tabalong Tak Direspons Kemenaker, DPP FSP KEP Turun Tangan [WAWANCARA] “Demi Allah Kakek Sarijan Tidak Melawan Polisi” Penggerebekan Maut Kakek Sarijan Bukan Semata Pengembangan Kasus Tren Kenaikan Omicron, Presiden Jokowi: Tetap Waspada dan Jangan Panik

Kazakhstan Rusuh, Kepala BIN Ditangkap karena Dituduh Berkhianat

Mantan kepala badan intelijen domestik Kazakhstan ditahan karena dicurigai melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Penangkapan ini dilakukan setelah dia dipecat di tengah gelombang kerusuhan yang melanda negeri itu.
- Apahabar.com     Sabtu, 8 Januari 2022 - 17:16 WITA

Kazakhstan Rusuh, Kepala BIN Ditangkap karena Dituduh Berkhianat

Aksi tolak kenaikan LPG telah memicu kerusuhan di Kazakhstan. Foto: AP

apahabar.com, JAKARTA – Mantan kepala badan intelijen domestik Kazakhstan ditahan karena dicurigai melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Penangkapan ini dilakukan setelah dia dipecat di tengah gelombang kerusuhan yang melanda negeri itu.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (8/1/2022), Komite Keamanan Nasional Kazakhstan atau KNB, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mantan ketuanya Karim Masimov telah ditahan pada Kamis (6/1) setelah meluncurkan penyelidikan atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.

“Pada 6 Januari tahun ini, Komite Keamanan Nasional meluncurkan penyelidikan pra-persidangan terhadap pengkhianatan tingkat tinggi,” demikian pernyataan itu.

“Pada hari yang sama, atas dugaan melakukan kejahatan ini, mantan ketua KNB K.K. Masimov ditahan dan ditempatkan di pusat penahanan sementara, bersama dengan yang lainnya,” imbuh pernyataan tersebut.

Masimov, sekutu dekat presiden pendiri Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, dipecat dari jabatannya sebagai kepala KNB minggu ini setelah para pengunjuk rasa di kota terbesar Kazakhstan, Almaty, menyerbu gedung-gedung pemerintah. Puluhan orang, baik demonstran maupun aparat keamanan telah tewas dalam kerusuhan yang dimulai dengan aksi protes terhadap kenaikan harga LPG itu.

Di tengah kerusuhan yang melanda, Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, mengakui dirinya memberikan perintah tembak di tempat terhadap orang-orang yang disebutnya sebagai ‘bandit’ dan ‘teroris’. Tokayev juga memperingatkan bahwa mereka yang enggan menyerahkan diri akan ‘dihancurkan’.

Tokayev sebelumnya menyalahkan sekelompok ‘bandit’ dan ‘teroris’ yang disebutnya memicu kerusuhan di Kazakhstan. Dalam pidato terbarunya, Tokayev menyebut bahwa sekitar 20.000 bandit telah menyerang kota terbesar Almaty, yang juga ibu kota finansial Kazakhstan, dan menghancurkan properti milik negara.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Dikecam Banyak Pihak, Erdogan: Hagia Sophia Kedaulatan Turki
myanmar

Internasional

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Ditahan!
Korea Utara

Internasional

Korea Utara Tuding DK PBB Terapkan Standar Ganda Terkait Uji Coba Rudal
apahabar.com

Internasional

Kasus Covid-19 Meningkat, China Kembali Larang Kedatangan Warga Asing dari Sejumlah Negara
JMSI

Internasional

Bicara di Venezuela, Teguh Santosa: ASEAN adalah Keajaiban

Internasional

JK Kenang Saat Minta ke PBB Cabut Gelar Teroris Taliban

Internasional

Keluarga Aktivis Palestina yang Tewas Cari Keadilan ke PBB
apahabar.com

Internasional

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com