Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pemuka Agama di Balikpapan Surati Kapolri

Oknum pemuka agama di Balikpapan, Kalimantan Timur, diduga melakukan pelecehan seksual kepada belasan santrinya.
- Apahabar.com     Senin, 3 Januari 2022 - 15:34 WITA

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pemuka Agama di Balikpapan Surati Kapolri

Para korban mengirimkan surat kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo pada 5 Desember 2021 untuk melaporkan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum ulama di Balikpapan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Oknum pemuka agama di Balikpapan, Kalimantan Timur, diduga melakukan pelecehan seksual kepada belasan santrinya.

Kini para korban mengirimkan surat kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo pada 5 Desember 2021 untuk melaporkan kasus tersebut. Surat itu dibuat karena para korban menilai Polda Kaltim lamban dalam melakukan penanganan.

“Pihak kepolisian seolah-olah sangat berhati-hati sekali dalam mengambil keputusan dikarenakan pelaku ini merupakan tokoh penting. Berbeda sekali bila pelaku dari orang biasa yang tak memiliki power,” bunyi surat yang ditujukan ke Kapolri.

Polda Kaltim sebenarnya telah menerima laporan dari empat korban pada Oktober 2021 lalu. Tapi hingga saat ini terduga pelaku masih bebas untuk melakukan ceramah agama di masjid. Hal itulah yang mengganggu keluarga korban.

Salah satu keluarga korban, Melati, (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan dalam surat tersebut pihaknya juga meminta Kapolri untuk segera memerintahkan Polda Kaltim menetapkan status tersangka kepada pelaku.

“Belum dilakukan penahanan dikarenakan kurangnya alat bukti dan beranggapan bahwa kasus ini lemah dalam hal alat bukti seperti visum etprentum karena tidak ada kerusakan pada organ vital para korban, sehingga penyidik beranggapan buktinya lemah,” ujarnya.

Padahal, menurut dia, kasus kekerasan seksual pada anak hanya dibutuhkan dua alat bukti. Yakni keterangan korban itu sendiri dan hasil visum etrepertum (VER) atau juga visum psikiatri bila korban mengalami pelecehan seksual.

Sebelumnya Direktur Reskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Subandi, membenarkan jumlah korban sebanyak 13 orang, tetapi baru empat orang yang berani melapor.

Terkait penetapan tersangka yang diminta keluarga korban, dia mengaku polisi harus bersikap hati-hati.

“Memeriksa anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Ya, namanya anak-anak mungkin sedih dan nangis. Nggak gampang periksa dia. Ini pun diperiksa sama Polwan saya dan psikolog. Tidak boleh banyak orang, karena kalau banyak orang dia malu nanti,” tuturnya.

Terduga pelaku diduga melancarkan aksinya sejak 2020. Dari hasil pengakuan korban di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), terduga pelaku melancarkan aksinya saat sang istri tidak berada di rumah.

“Setelah BAP, korban baru cerita kalau pelecehan yang mereka alami sudah dari tahun 2020. Hanya tidak setiap hari. Kalau pas nggak ada istri beliau baru si bapak melancarkan aksinya,” ungkap Melati.

Melati juga mengatakan korban mengalami pelecehan seksual berupa cium bibir, meremas payudara, bokong, oral seks hingga menelanjangi korban hingga hampir disetubuhi. Hanya saja dari belasan korban tersebut belum ada yang sampai melakukan hubungan suami istri.

“Intinya anak anak ini nggak ada yang di tidurin, cuma pelecehan. Cuma, kan, kasihan. Orang tua mereka menitipkan anak-anak mereka disitu untuk belajar agama agar pemahaman agama mereka lebih baik bukan untuk dilecehkan seperti itu,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Dewan Kaltim: Pemerintah Harus Serius Tangani Jalan Trans Kalimantan
Stiker Iklan

Kaltim

Penindakan Puluhan Angkot di Balikpapan, Stiker Iklan Dicopot Petugas Dishub
Buaya

Kaltim

Panik! Buaya Muncul di Pantai Batakan Saat Warga Asyik Berenang
Vaksin dan Antigen

Kaltim

Calo Penumpang Tipu 8 Korban, Bisa Naik Kapal Tanpa Vaksin dan Antigen
D614G

Kaltim

Balikpapan Waspada Virus Baru D614G, Diduga Pemicu Tingginya Kasus Covid-19
apahabar.com

Kaltim

Respon Keputusan Jokowi, Kaltim Segera Terbitkan SE Libur Nasional 9 Desember

Kaltim

Kurangi Trauma, Batman dan Iron Man Datangi TKP Kebakaran Gunung Bugis Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Bentuk Sekber Penanganan Dana Desa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com