Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

Lagi, BI Pertahankan Bunga Acuan 3,5 Persen

Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen.
- Apahabar.com     Kamis, 20 Januari 2022 - 23:57 WITA

Lagi, BI Pertahankan Bunga Acuan 3,5 Persen

Ilustrasi transaksi uang rupiah di Bank. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen.

Kepastian itu diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Januari 2022.

Selain itu suku bunga deposit facility juga dipertahankan sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

“Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas inflasi, nilai tukar, dan sistem keuangan, serta upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI Bulan Januari 2022 Cakupan Tahunan seperti dilansir Antara, Kamis (20/1).

Perry Warjiyo menyebutkan inflasi 2021 tetap rendah dan mendukung stabilitas perekonomian, tercatat Indeks Harga Konsumen (IHK) 2021 sebesar 1,87 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy) dan berada di bawah kisaran sasaran dua persen sampai empat persen.

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat sebagai dampak pandemi Covid-19, nilai tukar yang stabil, dan ekspektasi inflasi yang terjaga, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan, serta sinergi kebijakan BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga.

Ke depan inflasi pada tahun 2022 diperkirakan terkendali dalam sasaran 2-4 persen, sejalan dengan penawaran agregat yang masih memadai dalam memenuhi kenaikan permintaan, ekspektasi inflasi yang terkendali, dan stabilitas nilai tukar rupiah, serta respons kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah.

“BI berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah guna menjaga inflasi IHK dalam kisaran targetnya,” tegas Perry Warjiyo.

Sementara itu ia menuturkan nilai tukar rupiah juga terjaga karena didukung oleh langkah-langkah stabilisasi BI dan ketahanan sektor eksternal Indonesia, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang berlanjut.

Kurs rupiah pada 19 Januari 2022 tercatat melemah 0,77 persen secara point to point dan 0,01 persen secara rerata dibandingkan dengan level Desember 2021.

Namun depresiasi tersebut masih lebih baik dibanding mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.

Perkembangan nilai tukar rupiah tersebut disebabkan oleh aliran masuk modal asing yang masih terbatas di tengah terjaganya pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Izin Pindah Ibu Kota ke Kalimantan, Intip Respon Paman Birin
Covid-19

Nasional

Pakar ULM: Ada Indikasi Penurunan Tes Covid-19 karena Pilkada
Omicron

Nasional

Masyarakat Diminta tak Panik Tanggapi Varian Omicron di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Anies Baswedan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Terkait Kerumunan Massa di Markas FPI
PLTU

Nasional

Pemerintah Bakal Pensiunkan PLTU, Asetnya Bagaimana?
apahabar.com

Nasional

Lagi, Wisata Selam Tanah Air Terpilih Sebagai Terbaik Dunia
Tempat yang kini dibangun Museum Holocaust. Foto-net.

Nasional

Menilai Lukai Masyarakat Palestina, MUI Minta Pembangunan Museum Holocaust di Minahasa Disetop
AJI Desak Polisi

Nasional

AJI Desak Polisi Usut Tuntas Intimidasi Jurnalis di Lampung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com