4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih Kisruh Wali Kota Vs Eks Direktur PDAM Bandarmasih, Sukro: Segerakan Penyertaan Modal! Banjir Mengancam, Jembatan-Jembatan Bertanda Silang di Banjarmasin Mau Diapakan?

Lagi, Indonesia Terima Hampir 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Jerman dan Swedia

Pemerintah Indonesia menerima lagi vaksin Covid-19 dengan jumlah hampir 3 juta dosis yang berasal dari donasi Pemerintah Jerman dan Swedia.
- Apahabar.com     Jumat, 28 Januari 2022 - 23:48 WITA

Lagi, Indonesia Terima Hampir 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari Jerman dan Swedia

Kedatangan hampir tiga juta vaksin Covid-19 Astrazeneca hasil hibah dari Pemerintah Jerman dan Swedia untuk Indonesia melalui jalur COVAX , Jumat (28/1/2022). Foto-Antara/HO-Kementerian Kominfo

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menerima lagi vaksin Covid-19 dengan jumlah hampir 3 juta dosis yang berasal dari donasi Pemerintah Jerman dan Swedia.

Vaksin itu datang dalam tahap ke-202 dan merupakan vaksin produksi AstraZeneca yang merupakan vaksin jadi dengan total jumlah tepatnya 2.968.000 dosis vaksin.

“Kami atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan terima kasih sebesar-besar kepada pemerintah Jerman dan Swedia atas donasi vaksin ini,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong dalam keterangan persnya seperti dilansir Antara, Jumat (28/1).

Vaksin Covid-19 itu merupakan vaksin yang dihibahkan Jerman dan Swedia melalui jalur COVAX.

Sebelumnya pemerintah Jerman juga telah beberapa kali memberikan donasi vaksin kepada Indonesia, di antaranya sebanyak dua kali pada Rabu (22/12/2021) lalu berupa vaksin Moderna sebanyak 2.389.400 dosis dan pada Jumat (24/12/2021) berupa vaksin Moderna sejumlah 2.688.000 dosis.

Usman menegaskan, pandemi Covid-19 merupakan masalah global yang harus diatasi bersama oleh seluruh bangsa, termasuk dalam upaya vaksinasi.

Melalui COVAX atau Covid-19 Vaccines Global Access yang merupakan inisiatif global menyiapkan akses setara untuk vaksin-vaksin Covid-19 bagi bangsa-bangsa di dunia maka Indonesia ikut ambil bagian dalam inisiatif itu.

Karena efektifnya kerja sama bilateral yang Indonesia jalin dengan pihak luar sejak awal pandemi, maka Indonesia mendapat banyak bantuan hingga donasi vaksin gratis.

Bantuan dari COVAX facility dan dari negara-negara sahabat seperti Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Yunani, Uni Emirat Arab, Belanda, dan negara sahabat lainnya.

“Kerja sama antarnegara menjadi salah satu elemen penting untuk bersama mengatasi pandemi yang telah berlangsung sekitar dua tahun ini,” ujarnya.

Usman juga menyebut upaya untuk meningkatkan dan mempercepat vaksinasi Covid-19 terus dilakukan. Upaya ini jadi makin signifikan seiring meningkatnya lagi laju penularan, khususnya varian Omicron yang dari hari ke hari semakin banyak kasusnya.

Dia juga memastikan, vaksin yang datang ini akan secepatnya didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan stok vaksin untuk pelaksanaan program vaksinasi.

Hingga saat ini, lanjutnya, Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia untuk capaian vaksinasi vaksin Covid-19.

Meski begitu, ada beberapa wilayah yang capaiannya masih perlu dioptimalkan sehingga pemerintah pusat mendorong daerah-daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah atau belum mencapai target, untuk melakukan upaya ekstra untuk meningkatkan target itu.

Upaya untuk mendorong capaian vaksinasi itu termasuk di dalamnya memberikan pemahaman dan ajakan kepada masyarakat yang masih enggan untuk divaksinasi.

“Terutama bagi kelompok lansia yang masuk kategori rentan dan berisiko tinggi,” katanya.

Tak lupa Usman meminta masyarakat untuk segera menjalani vaksinasi Covid-19 bagi yang belum menerimanya. Bagi yang sudah saatnya mendapatkan vaksin booster, Usman minta segera menjalani vaksinasi untuk lebih memberikan perlindungan, baik kepada diri sendiri, juga orang di sekitar.

“Meningkatnya Omicron, juga sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus dan tetap menjaga disiplin protokol kesehatan,” tutup Usman.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PPKM Jawa-Bali

Nasional

PPKM Jawa-Bali, Aturan Perjalanan Dalam Negeri Diperketat
apahabar.com

Nasional

Diduga Ada Penumpang Positif Covid-19, KM Kelud Akan Dikarantina

Nasional

Jaksa Agung Kaji Kemungkinan Hukuman Mati Bagi Koruptor
apahabar.com

Nasional

Empat Wisatawan hilang di Pantai Pandan Kuning
apahabar.com

Nasional

Neneng Korban Tsunami Menangis Harta Bendanya Dijarah
Sertifikat Vaksin

Nasional

Kemkominfo: Jasa Cetak Sertifikat Vaksin Tetap Lindungi Data Pengguna
apahabar.com

Nasional

Geger! Mobil Mewah Lamborghini Milik Raffi Ahmad Terbakar di Sentul
apahabar.com

Nasional

Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Isi Lengkap Surat Pengunduran Dirinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com