Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Lamban Selesaikan Proyek, Sejumlah Kontraktor di Kapuas Didenda

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Kapuas, Fahrudin mengatakan, tahun 2021 ada sebanyak 16 paket proyek yang belum selesai pekerjaannya.
- Apahabar.com     Selasa, 4 Januari 2022 - 12:31 WITA

Lamban Selesaikan Proyek, Sejumlah Kontraktor di Kapuas Didenda

Salah satu paket proyek rekontruksi jalan di Sei Tatas Hulu, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas yang tak selesai dikerjakan pada tahun 2021. Foto-apahabar.com/Irfansyah

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan proyek tepat waktu, sejumlah kontraktor di Kabupaten Kapuas, Kalteng, disanksi denda.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Kapuas, Fahrudin mengatakan, tahun 2021 ada sebanyak 16 paket proyek yang belum selesai pekerjaannya.

Ada pun 16 paket proyek itu terdiri dari 12 paket proyek peningkatan jalan dan 4 paket proyek pembangunan jembatan.

“Untuk keterlambatan, mereka (kontraktor) kita kenakan denda. Jadi, kami masih memberikan kesempatan untuk perpanjangan waktu sampai 50 hari kerja,” katanya di Kuala Kapuas, Selasa (4/1).

Fahrudin mengungkapkan, keterlambatan pekerjaan tersebut dikarenakan beberapa kendala. Seperti kendala material yang didatangkan dari wilayah Kalimantan Selatan.

“Seperti kita ketahui daerah Kalsel beberapa kali terjadi bencana banjir, sehingga mempersulit pasokan material dari Kalsel,” ujarnya.

Kemudian kendala lainnya, dikarenakan kondisi cuaca, mengingat November-Desember tahun 2021 curah hujan sangat tinggi.

“Sehingga itu mempengaruhi kegiatan kita di lapangan. Jadi, itulah sebabnya mereka (kontraktor) tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sampai kontrak yang kita rencanakan,” beber Fahrudin.

Ditambahkan Kabid Bina Marga Dinas PUPRPKP Kapuas, apabila telah diberikan kesempatan perpanjangan 50 hari, namun pekerjaan tetap tidak bisa diselesaikan, maka akan dilakukan pemutusan kontrak.

“Kalau tidak bisa menyelesaikan di 50 hari, maka kita putus kontraknya dan tentunya perusahaannya black list,” tegas Fahrudin.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalteng

Sekolah di Kapuas Serentak Laksanakan ANBK
apahabar.com

Kalteng

Suroso Korban Tugboat Terbalik di Sungai Barito Akhirnya Ditemukan
apahabar.com

Kalteng

Anggota DPRD Kalteng: Pembangunan Infrastruktur di Barito Lambat
Kejaksaan Negeri Kapuas

Kalteng

Kejaksaan Negeri Kapuas Musnahkan Barang Bukti
apahabar.com

Kalteng

KPU Palangka Raya Kalteng Minta Masyarakat Aktif Cek DPT untuk Pilkada 2020
apahabar.com

Kalteng

Polsek Kapuas Timur Bagikan Sembako
apahabar.com

Kalteng

Gubernur dan Wagub Kalteng Mendaftar ke Golkar dan Demokrat
apahabar.com

Kalteng

Kabut Asap Makin Pekat, Pemko Palangkaraya Liburkan Sekolah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com