Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin  Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin

Masuk RI, Varian BA.2 Diduga Menular Cepat dan Sulit Dideteksi

Virus turunan dari varian Omicron BA.2 diyakini sudah masuk RI, namun subvarian ini disebut-sebut sulit dideteksi.
- Apahabar.com     Jumat, 28 Januari 2022 - 11:03 WITA

Masuk RI, Varian BA.2 Diduga Menular Cepat dan Sulit Dideteksi

Ilustrasi. Foto-Net.

apahabar.com, JAKARTA – Virus turunan dari varian Omicron BA.2 diyakini sudah masuk RI, namun subvarian ini disebut-sebut sulit dideteksi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi, sudah terdapat 10 kasus di Indonesia, meski tak terdeteksi menggunakan alat tes PCR S Gene Target Failure (SGTF) yang selama ini digunakan untuk skrining varian Omicron BA.1.

Dalam kesempatan lainnya, Mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bagian Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan BA.2 dikenal sebagai “stealth Omicron” atau Omicron yang “menipu”. Pasalnya, bisa tidak terdeteksi oleh pemeriksaan PCR SGTF yang kini marak diandalkan di Indonesia.

“Sekarang memang jumlah BA.2 masih amat kecil, tapi kalau jumlahnya makin banyak maka bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kebijakan yang perlu diambil,” terang Prof Tjandra pada detikcom, Jumat (28/1).

“Di beberapa negara maka BA.2 ini makin meningkat, seperti di India, Filipina dan juga mulai ada laporan antara lain dari Denmark, Inggris dan Jerman,” sambungnya.

Dalam kesempatan lainnya, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo menyebut penularan BA.2 diduga lebih cepat cepat dibanding varian Omicron BA.1. Akan tetapi lantaran sudah disimpulkan sebagai varian Corona, pencegahan penyebaran subvarian ini masih mengandalkan penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19.

“Memang diduga penyebaran BA.2 lebih tinggi, tapi tidak diketahui apakah juga menimbulkan tingkat keparahan gejala. Hingga kini peningkatan penyebaran BA.2 juga tidak diikuti dengan kenaikan angka kenaikan pasien Covid yang dirawat di rumah sakit,” terang Ahmad, dilansir detikcom, Kamis (27/1).

“Yang pasti secara umum semua varian masih terdeteksi sebagai Covid. Artinya mitigasinya pun masih standar yaitu prokes dan vaksinasi,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Tes PCR Mahal, Jokowi Minta Ada Standarisasi Harga
Densus 88 Antiteror

Nasional

Para Direktur di Densus 88 Antiteror Polri Naik Pangkat Jadi Brigjen
Vaksinasi

Nasional

Simak Tahapan Vaksinasi Covid dari Januari 2021 – Maret 2022
apahabar.com

Nasional

Buruan Daftar! Lowongan Kerja Lion Air Group Segera Ditutup, Intip Syaratnya

Nasional

Untuk Capai Herd Immunity, Indonesia Masih Kurang 150 Juta Orang Divaksinasi Covid-19
Covid-19

Nasional

Datang Dari Jakarta, Aa Gym Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

2.500 Korban Tsunami Mengungsi di Kantor Gubernur Lampung
Pascabanjir

Nasional

Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com